HUT ke-81 Jateng, Speling Jemput Bola Hadirkan Dokter Spesialis hingga Desa

Program tersebut menghadirkan dokter spesialis langsung ke desa-desa, terutama wilayah yang masyarakatnya menghadapi kendala jarak, biaya, maupun transportasi untuk mendapatkan layanan kesehatan.

SEMARANG, Jatengnews.id – Menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat pemerataan layanan kesehatan melalui Program Dokter Spesialis Keliling (Speling).

Program tersebut menghadirkan dokter spesialis langsung ke desa-desa, terutama wilayah yang masyarakatnya menghadapi kendala jarak, biaya, maupun transportasi untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Salah satu warga yang merasakan manfaatnya adalah Retno, warga Desa Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Untuk mendapatkan layanan rumah sakit, ia harus menempuh perjalanan sekitar 36 kilometer.

Kondisi semakin sulit karena Retno tidak memiliki kendaraan. Bahkan, pengobatan anaknya yang mengalami gangguan pembekuan darah di otak sempat terhenti karena terkendala akses.

Kesempatan kembali berobat datang ketika layanan Speling digelar di balai desa pada Kamis (30/7/2026). Retno dan anaknya dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa harus menempuh perjalanan puluhan kilometer.

“Saya terbantu. Kendala kami memang tidak punya kendaraan, jadi sempat berhenti berobat. Dari sini kami bisa berobat lagi,” tuturnya.

Kisah serupa dirasakan Jamsari, warga Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Selama 15 tahun, ia hidup dengan diabetes dan sempat tidak rutin melakukan kontrol karena biaya pengobatan.

“Sekali kontrol sekitar Rp450 ribu. Saya kira sudah sembuh, ternyata kaki sampai luka karena efek gula,” ujarnya.

Melalui Speling, Jamsari kembali mendapat kesempatan berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa terbebani biaya.

Sementara itu, di Banyumas, layanan Speling juga memberikan manfaat bagi kesehatan jiwa. Feni Anindya (16), siswi SMA Negeri 2 Purwokerto, memanfaatkan layanan psikolog untuk berkonsultasi mengenai pilihan pendidikan dan rencana masa depannya.

“Alhamdulillah setelah berkonsultasi jadi lebih ada gambaran. Saya berharap program ini bisa dilaksanakan lagi,” katanya.

Speling Tembus 1.378 Desa

Speling mulai digulirkan Pemprov Jateng sejak Maret 2025 untuk mendekatkan layanan dokter spesialis kepada masyarakat desa.

Layanan yang diberikan meliputi skrining tuberkulosis (TBC), pemeriksaan kanker serviks, kesehatan jiwa, pemeriksaan ibu hamil, serta pelayanan kesehatan balita untuk mendukung percepatan penurunan stunting.

Hingga 13 Agustus 2026, Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.553 kali di 1.378 desa yang tersebar di 465 kecamatan pada 35 kabupaten/kota. Sebanyak 128.109 warga telah mendapatkan layanan kesehatan secara langsung.

Dari layanan tersebut, pemeriksaan antenatal care telah menjangkau 15.848 ibu hamil. Sebanyak 3.311 di antaranya memerlukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut.

Sementara skrining TBC telah menjangkau 53.463 warga. Layanan kesehatan jiwa juga diikuti 37.605 warga dengan 1.358 orang teridentifikasi membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Pemeriksaan kanker serviks telah menjangkau 5.915 perempuan dan menemukan 497 kasus yang membutuhkan tindak lanjut medis.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab menegaskan, Speling tidak berhenti pada proses skrining.

“Kami tidak akan berhenti pada deteksi dini, tetapi berlanjut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Tengah secara holistik,” ujarnya.

Jadi Kado HUT ke-81 Jateng

Menjelang HUT ke-81 Jawa Tengah, penguatan layanan kesehatan melalui Speling menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat.

Program tersebut juga diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sepanjang Januari-Juli 2026, Jawa Tengah mencatat capaian CKG tertinggi di Indonesia dengan 14.248.868 peserta atau sekitar 37,4 persen dari total sasaran nasional.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan layanan kesehatan harus mampu menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.

“Jadi kita dorong tidak hanya pelayanan di rumah sakit tapi juga di desa. Masyarakat desa akan senang mereka dapat layanan kesehatan gratis, bisa periksa kesehatan ke dokter spesialis, anaknya yang stunting juga ditangani, termasuk kesehatan jiwa dan sebagainya,” tegas Luthfi.

Hingga akhir 2026, Speling ditargetkan melayani 284 ribu masyarakat melalui pelaksanaan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Bagi masyarakat seperti Retno, program tersebut bukan sekadar angka capaian. Kehadiran dokter spesialis di desa berarti kesempatan untuk kembali berobat tanpa harus terbebani jarak, biaya, dan keterbatasan transportasi.

Di momentum HUT ke-81 Jawa Tengah, pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat menjadi salah satu wujud pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.

Penulis : Jaka N

Editor : Shodiqin

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN