KKN-R UNDIP Desa Gebang Dorong Pencegahan Stunting melalui Olahan Ikan Nila

Program tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap kondisi stunting di Desa Gebang. Berdasarkan hasil observasi awal mahasiswa KKN-R UNDIP, masih terdapat sekitar 10 balita yang terindikasi stunting di wilayah tersebut.

WONOGIRI, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) terus mendorong upaya pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal.

Salah satunya diwujudkan melalui program “Optimalisasi Pencegahan Stunting melalui Edukasi Kesehatan, Diversifikasi Pangan Berbasis Ikan Lokal, dan Media Informasi Publik” di Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan yang digelar pada Senin (27/7/2026) tersebut menyasar ibu balita dan kader Posyandu. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi seimbang sekaligus memberikan keterampilan praktis dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu bergizi bagi anak.

Program tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap kondisi stunting di Desa Gebang. Berdasarkan hasil observasi awal mahasiswa KKN-R UNDIP, masih terdapat sekitar 10 balita yang terindikasi stunting di wilayah tersebut.

Salah satu potensi pangan lokal yang menjadi perhatian mahasiswa adalah ikan nila. Selain mudah diperoleh, ikan nila memiliki kandungan protein yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Namun, pemanfaatannya sebagai menu makanan balita dinilai masih dapat dikembangkan agar lebih beragam dan menarik.

Ketua KKN-R UNDIP Desa Gebang, Ester Sofianta Tarigan, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami melihat potensi hasil perikanan yang sangat besar di Desa Gebang, khususnya ikan nila, namun pemanfaatannya untuk variasi menu gizi anak masih terbatas. Oleh karena itu, melalui program ini, kami mendampingi warga untuk mengolah ikan nila menjadi hidangan yang menarik dan bergizi bagi balita, serta menjadi salah satu upaya mengatasi stunting,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai kesehatan ibu dan anak serta pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi tumbuh kembang balita. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, khususnya dalam merencanakan belanja pangan yang sehat dan bergizi sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga.

Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung melalui sesi live cooking pembuatan “Bola-Bola Ikan Nila”. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-R UNDIP mendampingi peserta mengolah ikan nila menjadi makanan yang lebih menarik dan mudah disajikan untuk anak.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para ibu balita dan kader Posyandu tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif mengikuti proses pengolahan serta berdiskusi mengenai alternatif menu berbahan pangan lokal yang dapat diterapkan di rumah.

Pemegang Program Multidisiplin 1, Nadia Salma Athaya, mengapresiasi keterlibatan aktif para peserta dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama keluarga dan kader Posyandu yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan penuh ibu balita dan kader Posyandu. Program ini diharapkan dapat membuka wawasan baru serta memperkuat peran kader sebagai garda terdepan dalam menyampaikan edukasi gizi. Kami berharap apa yang diajarkan bisa terus diterapkan secara berkelanjutan di rumah masing-masing,” tuturnya.

Selain edukasi dan praktik pengolahan makanan, mahasiswa KKN-R UNDIP juga menyerahkan media informasi publik berupa poster dan infografis mengenai stunting. Media tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang mudah dipahami dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat maupun kader Posyandu dalam menyampaikan informasi kepada warga.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kuis interaktif dan sesi tanya jawab. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengetahui sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan sekaligus memberikan ruang bagi warga untuk berkonsultasi mengenai pemenuhan gizi anak.

Program KKN-R UNDIP di Desa Gebang ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata. Pemanfaatan ikan nila sebagai bahan pangan lokal, peningkatan literasi gizi, serta penguatan peran kader Posyandu diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat keluarga dan desa.




Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN