Bekali Ibu Hamil dan Orang Tua, KKN UIN Walisongo Gencarkan Edukasi Stunting di Sepakung

Bersama bidan dan kader Posyandu, mahasiswa KKN UIN Walisongo bekali ibu hamil dan orang tua di Desa Sepakung dengan edukasi tentang gizi dan pencegahan stunting sejak dini.

Semarang, JatengNews.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 62 menggelar sosialisasi pencegahan stunting bagi masyarakat di Dusun Watulawang, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang pada Rabu (12/08/26).

Kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan Posyandu tersebut menyasar ibu hamil, ibu yang memiliki balita, kader Posyandu, ibu-ibu PKK, dan masyarakat umum untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan stunting sejak 1.000 hari pertama kehidupan.

Kegiatan Posyandu di Desa Sepakung tidak hanya dimanfaatkan untuk pemeriksaan kesehatan ibu dan balita, tetapi juga menjadi sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT 22 Posko 62 turut mendampingi pelaksanaan Posyandu sekaligus mengikuti sosialisasi mengenai pencegahan stunting yang disampaikan oleh bidan Desa Sepakung.

Sosialisasi membahas sejumlah informasi penting mengenai stunting, mulai dari pengertian, penyebab, faktor risiko, hingga langkah-langkah pencegahannya. Materi disampaikan oleh Lina selaku bidan yang bertugas dalam kegiatan Posyandu di Desa Sepakung.

Lina menjelaskan bahwa edukasi mengenai stunting penting dilakukan karena masih terdapat masyarakat yang memiliki pemahaman kurang tepat mengenai kondisi tersebut.

“Sosialisasi ini pastinya bertujuan biar ibu-ibu lebih tahu tentang stunting karena di sini masih banyak warga yang salah paham mengenai stunting,” jelas Lina.

Posyandu di Desa Sepakung dilaksanakan secara bergilir di setiap dusun. Mahasiswa KKN MIT 22 Posko 62 turut mengikuti pelaksanaan Posyandu dari satu dusun ke dusun lainnya. Selain membantu proses kegiatan, mahasiswa juga berperan dalam mendukung penyampaian edukasi kepada masyarakat.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, mahasiswa KKN turut membagikan leaflet berisi informasi mengenai stunting. Materi dalam leaflet mencakup penyebab dan pencegahan stunting, pemenuhan kebutuhan gizi, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama masa kehamilan dan pertumbuhan anak.

Pembagian leaflet tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengingat kembali informasi yang telah disampaikan selama kegiatan. Warga juga dapat membawa bahan edukasi tersebut pulang untuk dibaca kembali bersama keluarga.

Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab. Ibu hamil dan ibu yang memiliki balita diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai stunting serta kesehatan ibu dan anak sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi.

Lina menekankan bahwa upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan, bukan hanya setelah anak dilahirkan.

“Pencegahan stunting itu sebenarnya bisa dilakukan sejak ibu masih hamil. Jadi enggak hanya memperhatikan anak setelah lahir, tetapi kesehatan dan asupan gizi ibu selama hamil juga harus diperhatikan,” ujar Lina.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT 22 Posko 62 UIN Walisongo berharap pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting dapat meningkat, khususnya bagi ibu hamil dan orang tua yang memiliki balita.

Kolaborasi antara bidan, kader Posyandu, masyarakat, dan mahasiswa KKN juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak di Desa Sepakung. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat diharapkan semakin mampu memperhatikan kesehatan dan pemenuhan gizi ibu serta anak sejak dini.

Penulis: Tim mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 62
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN