KKN UIN Walisongo Ajarkan Warga Tamangede Bikin Pestisida Nabati dari Bahan Sederhana

Ibu-ibu RT 05 RW 03 Desa Tamangede diajak memanfaatkan daun pepaya dan bawang putih sebagai bahan pestisida nabati yang mudah dibuat di rumah.

Kendal, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 174 mengajarkan pembuatan pestisida nabati kepada ibu-ibu arisan RT 05 RW 03, Desa Tamangede, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jumat (14/8/2026).

Pelatihan tersebut mengenalkan alternatif pengendalian hama tanaman dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Kegiatan yang digelar bersamaan dengan agenda arisan warga tersebut mendapat sambutan positif dari peserta. Selain menjadi ruang silaturahmi, kegiatan dimanfaatkan mahasiswa KKN untuk memberikan pengetahuan sekaligus praktik langsung mengenai pembuatan dan penggunaan pestisida nabati.

Dalam pelatihan, mahasiswa memperagakan pembuatan pestisida nabati menggunakan daun pepaya, bawang putih, dan air. Bahan-bahan tersebut dihaluskan, kemudian dicampur dengan air dan disaring untuk memisahkan ampas dari cairan.

Larutan yang telah disaring kemudian didiamkan selama 24 jam sebelum digunakan untuk penyemprotan pada tanaman. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pembuatan, takaran bahan, waktu perendaman, hingga cara penggunaan larutan.

Ibu-ibu peserta mengikuti proses pembuatan secara langsung dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai pemanfaatan pestisida nabati untuk tanaman di rumah.

Dorong Warga Manfaatkan Bahan di Sekitar

Koordinator Desa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 174, Muhammad Robith Qolbaini Wibisono, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.

“Pestisida nabati ini dipilih karena bahannya sederhana dan mudah ditemukan, sehingga harapannya masyarakat bisa lebih mandiri dalam merawat tanaman tanpa harus terus bergantung pada produk kimia. Kami ingin ilmu yang dibagikan hari ini benar-benar bisa dipraktikkan langsung oleh warga, bukan sekadar teori,” tuturnya.

Menurutnya, pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar rumah dapat menjadi salah satu cara sederhana bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan baru dalam merawat tanaman. Karena itu, praktik langsung menjadi bagian penting dalam kegiatan agar peserta dapat memahami proses sekaligus mencoba membuatnya sendiri.

Warga Nilai Pelatihan Mudah Dipraktikkan

Salah satu peserta, Asmaiyah, menilai pelatihan pembuatan pestisida nabati memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi warga. Ia tertarik karena bahan yang digunakan mudah ditemukan dan proses pembuatannya relatif sederhana.

“Bagus, baik, bermakna, dan bermanfaat. Cara pembuatannya juga gampang, jadi kita bisa menirunya sendiri di rumah,” ujar Asmaiyah.

Ia berharap pengetahuan yang diberikan mahasiswa KKN tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Menurutnya, warga dapat mempraktikkan kembali pembuatan pestisida nabati sekaligus membagikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 174 berharap keterampilan yang diberikan dapat terus dimanfaatkan masyarakat Desa Tamangede, khususnya warga RT 05 RW 03.

Pelatihan ini juga diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih mengenali dan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar secara sederhana dan mandiri dalam mendukung perawatan tanaman.

Penulis: Tim KKN MIT-22 Posko 174 UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN