Kendal, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Posko 202 mengajak anak-anak Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, memanfaatkan limbah plastik menjadi pot tanaman kreatif. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Jatirejo pada Minggu (9/8/2026).
Kegiatan edukasi ini bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN UIN Walisongo yang dikemas melalui edukasi dan praktik langsung. Anak-anak diberikan pemahaman mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya, mengenali jenis-jenis sampah, serta mengetahui cara sederhana mengolah limbah agar dapat dimanfaatkan kembali.
Materi edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan pot tanaman dari galon bekas. Dengan bimbingan mahasiswa KKN, para peserta mengubah galon plastik yang sudah tidak terpakai menjadi pot tanaman yang dapat digunakan untuk penghijauan di lingkungan rumah.
Agar lebih menarik, anak-anak juga diberikan kesempatan menghias pot hasil karya mereka. Berbagai karakter lucu, seperti panda dan jerapah, dilukiskan pada permukaan pot sehingga limbah plastik tersebut berubah menjadi barang yang memiliki nilai guna sekaligus nilai estetika.
Kasi Pemerintahan Desa Jatirejo, Puput Ananda Permata, mengapresiasi kegiatan yang digelar mahasiswa KKN UIN Walisongo tersebut. Menurutnya, edukasi pengelolaan sampah melalui kegiatan kreatif dapat membantu membentuk karakter anak yang peduli terhadap lingkungan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Sosialisasi mengenai pengolahan sampah dan pemanfaatannya menjadi pot kreatif sangat bermanfaat bagi anak-anak kami, terutama dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan desa sejak usia dini,” ungkap Puput.
Penanggung Jawab Program Kerja sekaligus anggota Divisi Ekonomi Kreatif KKN UIN Walisongo, Nurul Inayah, mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar anak-anak memperoleh keterampilan praktis dalam mengelola sampah rumah tangga dengan cara yang menyenangkan.
“Selain mengurangi penumpukan sampah plastik di lingkungan, pot kreatif ini dapat dimanfaatkan untuk penghijauan pekarangan rumah, sekaligus melatih kreativitas anak-anak agar lebih mencintai lingkungan,” jelasnya.
Menurut Nurul, pemanfaatan barang bekas menjadi pot tanaman juga dapat menjadi langkah sederhana untuk mengenalkan konsep penggunaan kembali atau reuse kepada anak-anak. Dengan demikian, sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi barang yang memiliki manfaat.
Kegiatan ditutup dengan pameran singkat hasil karya. Sembilan peserta menunjukkan pot tanaman yang telah mereka buat dan hias dengan karakter pilihan masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap kepedulian anak-anak Desa Jatirejo terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan semakin meningkat.
Edukasi pengelolaan sampah sejak dini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kebiasaan memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bernilai guna.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 202
Editor: R. D. Pramesti





