Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 118 turut mendukung pengembangan UMKM lokal melalui kegiatan produksi dan promosi Keripik Singkong Hanan di rumah produksi milik Ibu Nailul dan Bapak Tohirin, di Desa Mojodemak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Sabtu (15/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya melakukan wawancara dengan pemilik usaha, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan keripik singkong serta membantu mempromosikan produk melalui media sosial.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk mengenal potensi ekonomi lokal sekaligus memberikan dukungan terhadap keberlanjutan UMKM di Desa Mojodemak.
Keripik Singkong Hanan merupakan usaha rumahan yang dirintis Ibu Nailul dan Bapak Tohirin sejak sekitar satu tahun terakhir. Usaha tersebut memanfaatkan singkong sebagai bahan baku utama yang didatangkan dari sejumlah daerah, seperti Kudus, Semarang, Kendal, Batang, dan Pekalongan.
“Usaha Keripik Singkong Hanan ini sudah kami rintis kurang lebih satu tahun. Untuk bahan bakunya, singkong kami dapatkan dari beberapa daerah, seperti Kudus, Semarang, Kendal, Batang, dan Pekalongan,” ujar pemilik usaha.
Dalam satu kali pembelian bahan baku, pemilik usaha dapat mendatangkan sekitar satu kuintal singkong. Jumlah tersebut bahkan dapat habis dalam waktu sekitar tiga hari ketika permintaan konsumen sedang tinggi.
“Kalau sekali kulakan biasanya sekitar satu kuintal. Kalau sedang laris, singkong sebanyak itu bisa habis dalam waktu tiga hari,” ungkapnya.
Punya Tiga Varian Rasa
Keripik Singkong Hanan hadir dengan tiga pilihan rasa, yakni original, jagung manis, dan balado. Varian original menawarkan rasa gurih khas singkong, sedangkan jagung manis memadukan cita rasa gurih dan manis. Sementara itu, varian balado memberikan sensasi berbumbu dan pedas.
Dari sisi pemasaran, produk tersebut saat ini dipasarkan dengan sistem titip jual di sejumlah toko. Keripik dijual kepada toko dengan harga Rp4.000 per bungkus dan kemudian dipasarkan kepada konsumen dengan harga sekitar Rp5.000 per bungkus.
“Untuk penjualannya, biasanya keripik kami dititipkan ke toko-toko. Dari kami harganya Rp4.000, kemudian dari toko dijual sekitar Rp5.000 per bungkus,” jelas pemilik usaha.
Mahasiswa Ikut Produksi dan Promosi
Selain menggali informasi mengenai perjalanan usaha, mahasiswa KKN Posko 118 juga mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses produksi. Mahasiswa mempelajari tahapan pengolahan singkong hingga menjadi keripik yang siap dikemas dan dipasarkan.
Keterlibatan mahasiswa kemudian dilanjutkan dengan membantu promosi Keripik Singkong Hanan melalui media sosial. Promosi dilakukan dengan memperkenalkan produk, varian rasa, serta potensi usaha tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.
Koordinator Ekonomi Kreatif KKN UIN Walisongo Posko 118, Rama, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi UMKM sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam memahami pengelolaan usaha lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya ingin mengenal proses produksi UMKM, tetapi juga ikut membantu memperkenalkan dan mempromosikan Keripik Singkong Hanan agar semakin dikenal oleh masyarakat. Kami berharap promosi yang dilakukan dapat membantu memperluas pemasaran dan mendukung perkembangan usaha ini ke depannya,” ujar Rama.
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 118 berharap Keripik Singkong Hanan dapat semakin dikenal dan memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas. Dukungan terhadap UMKM lokal juga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan potensi ekonomi desa sekaligus memperkuat keberadaan produk rumahan di tengah persaingan pasar.
Keripik Singkong Hanan menjadi salah satu contoh UMKM di Desa Mojodemak yang mengolah bahan baku singkong menjadi produk camilan dengan beragam pilihan rasa. Dengan dukungan dalam proses produksi dan promosi, usaha yang dirintis Ibu Nailul dan Bapak Tohirin diharapkan terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak konsumen.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 118
Editor: R. D. Pramesti





