KKN UPGRIS Ajak Remaja Kelurahan Kupang Berani Tolak Narkoba Lewat Diskusi Interaktif

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bhabinkamtibmas Kelurahan Kupang Aiptu Supariyadi, Babinsa Serda Sukiran, Ketua RT, serta Pembina Karang Taruna.

KAB SEMARANG, Jatengnews.id  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengajak remaja Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, berani menolak penyalahgunaan narkoba.

Edukasi bertema “Remaja Hebat, Berani Mengatakan Tidak pada Narkoba” itu digelar di Posko KKN Kelurahan Kupang, Sabtu (15/8/2026), dan diikuti 12 remaja. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bhabinkamtibmas Kelurahan Kupang Aiptu Supariyadi, Babinsa Serda Sukiran, Ketua RT, serta Pembina Karang Taruna.

Berbeda dari sosialisasi pada umumnya, mahasiswa KKN UPGRIS menggunakan metode diskusi interaktif melalui permainan “YES atau NO”. Peserta diminta menentukan sikap terhadap sejumlah situasi yang berkaitan dengan narkoba, pertemanan, tekanan teman sebaya, dan pengambilan keputusan.

Setelah memilih, peserta juga diminta menjelaskan alasan di balik pilihannya. Cara tersebut membuat peserta lebih aktif menyampaikan pendapat sekaligus belajar mengambil keputusan dalam situasi yang berisiko.

Materi disampaikan mahasiswa KKN UPGRIS Falan Sendy Wibowo. Ia menjelaskan jenis narkoba, faktor penyalahgunaan, dampaknya, serta cara menghadapi ajakan dari lingkungan pertemanan.

“Remaja perlu memahami bahwa mengatakan tidak pada narkoba merupakan bentuk keberanian untuk menjaga diri dan masa depan. Keputusan untuk menolak tidak harus menunggu sampai kita berada dalam masalah,” ujar Falan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kupang Aiptu Supariyadi juga mengingatkan remaja agar tidak mudah terpengaruh lingkungan pergaulan.

“Remaja harus berani memilih dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan teman yang dapat merugikan diri sendiri. Jangan sampai keinginan untuk diterima dalam pergaulan membuat kita mengambil keputusan yang berdampak buruk bagi masa depan,” tutur Aiptu Supariyadi.

Ketua Pelaksana kegiatan, Lailly Sekar Hayyu, mengatakan diskusi interaktif dipilih agar remaja memiliki ruang untuk berbicara secara terbuka dan berani menentukan sikap.

“Melalui diskusi ini, kami ingin remaja tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga berani menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan ketika menghadapi tekanan dari lingkungan,” jelas Lailly.

Menurut mahasiswa KKN UPGRIS, edukasi narkoba tidak cukup hanya dengan mengenalkan jenis dan bahayanya. Remaja juga perlu dibekali kemampuan mengenali situasi berisiko, mempertimbangkan konsekuensi, serta berani mengatakan tidak.

Melalui kegiatan tersebut, KKN UPGRIS berharap remaja Kelurahan Kupang semakin sadar dalam memilih lingkungan pergaulan dan mampu menghadapi tekanan teman sebaya tanpa terjerumus penyalahgunaan narkoba.

Pesan utama kegiatan itu sederhana, tetapi penting bagi remaja: berani berkata tidak pada narkoba berarti berani menjaga masa depan.

Penulis : Tim Mahasiswa KKN

Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN