Dari Sekolah, Mahasiswa KKN UNDIP Bangun Generasi Peduli Lingkungan di Pasekaran

Edukasi lingkungan yang dilakukan mahasiswa KKN tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga SDN 01 Pasekaran.

BATANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) 2026 Desa Pasekaran mengajak siswa SDN 01 Pasekaran membangun kebiasaan peduli terhadap lingkungan sejak dini.

Edukasi tersebut dikemas melalui Program Multidisiplin 1 yang dilaksanakan pada 18 Juli 2026 dengan mengangkat tema “Peningkatan Kesadaran Lingkungan Anak Sekolah melalui Edukasi, Pemilahan, dan Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik di Desa Pasekaran”.

Kegiatan tersebut tidak hanya membahas cara membuang dan memilah sampah, tetapi juga memadukan edukasi perilaku, aturan kebersihan, tata kelola sekolah, serta pengenalan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

Program ini dilatarbelakangi hasil observasi dan wawancara mahasiswa yang menunjukkan masih perlunya penguatan pemahaman siswa mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, penerapan konsep 3R, serta pentingnya pemilahan sampah. Pengelolaan kebersihan sekolah juga dinilai membutuhkan pembagian peran, monitoring, dan evaluasi yang lebih terstruktur.

Melalui pendekatan multidisiplin, mahasiswa dari bidang Psikologi, Hukum, Administrasi Publik, dan Sastra Inggris mengambil peran masing-masing untuk menciptakan sistem edukasi lingkungan yang lebih menyeluruh.

Mahasiswa Psikologi, Maylitha Amelinda, mengajak siswa kelas 5 memahami perilaku peduli lingkungan melalui pendekatan Theory of Planned Behavior. Siswa diajak membandingkan kondisi lingkungan sekolah yang bersih dan kotor, mengemukakan alasan memilih lingkungan yang nyaman untuk belajar, hingga berdiskusi mengenai kebiasaan membuang sampah.

Dalam kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada pemahaman bahwa perilaku menjaga lingkungan tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga sikap, lingkungan sosial, serta keyakinan terhadap kemampuan diri untuk melakukan tindakan positif.

Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik sederhana. Siswa mempraktikkan cara membuang sampah pada tempatnya dan menuliskan komitmen melalui sticky notes dengan kalimat “Mulai hari ini saya akan…”. Sejumlah siswa menuliskan komitmen untuk membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Dari bidang Hukum, Rahma Alya Puro memberikan penguatan melalui penyusunan tata tertib pengelolaan sampah dan kebersihan sekolah. Tata tertib disusun dengan menyesuaikan kondisi sekolah agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.

Siswa diperkenalkan dengan sejumlah aturan, mulai dari membuang sampah sesuai jenisnya, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, menggunakan fasilitas kebersihan dengan baik, hingga bertanggung jawab membersihkan lingkungan setelah beraktivitas.

Menariknya, siswa tidak hanya menerima tata tertib tersebut, tetapi juga dilibatkan dengan membacakan setiap poin secara bersama-sama. Cara ini dilakukan agar siswa memahami bahwa aturan kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, bukan sekadar kewajiban yang muncul karena pengawasan guru.

Pemahaman tersebut kemudian diperkuat melalui praktik pemilahan sampah. Siswa diajak mengenali jenis sampah dan menempatkannya sesuai kategori yang telah ditentukan. Dengan demikian, materi yang disampaikan tidak berhenti pada teori, tetapi langsung diterapkan melalui tindakan.

Sementara itu, mahasiswa Administrasi Publik, Artika Pratami Sari Devi, mengembangkan aspek tata kelola kebersihan agar kebiasaan yang telah dibangun dapat terus berjalan setelah program KKN selesai.

Penguatan dilakukan melalui penyusunan indikator dan mekanisme penilaian kebersihan kelas. Selain itu, diperkenalkan pula peran Koordinator Kebersihan Kelas yang bertugas membantu pelaksanaan monitoring.

Untuk meningkatkan motivasi siswa, mahasiswa juga memperkenalkan sistem reward bulanan bagi kelas terbersih. Sistem tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi sekaligus mendorong siswa menjaga kebersihan secara konsisten.

Dengan adanya pembagian peran dan evaluasi berkala, pengelolaan kebersihan diharapkan tidak hanya bergantung pada kesadaran individu, tetapi menjadi bagian dari sistem yang dijalankan bersama oleh warga sekolah.

Adapun mahasiswa Sastra Inggris, Nabil Ahmad Aditya Nugraha, memberikan edukasi mengenai konsep 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle. Siswa dikenalkan pada berbagai contoh sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta memanfaatkan kembali barang atau sampah agar memiliki nilai guna.

Materi disampaikan menggunakan presentasi yang dilengkapi contoh sampah di sekitar siswa, sesi tanya jawab, dan kuis sederhana. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mengikuti kuis dan menjawab pertanyaan mengenai jenis sampah serta penerapan 3R.

Sebagai media pengingat, mahasiswa juga menyerahkan poster 3R untuk ditempel di mading sekolah. Poster tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari setelah kegiatan berakhir.

Nabil Ahmad Aditya Nugraha mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman sekaligus membangun kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia sekolah.

“Kami melihat bahwa siswa-siswi SDN 01 Pasekaran sudah mendapatkan dasar mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Namun, masih ada siswa yang belum memahami perbedaan sampah organik dan anorganik serta penerapan konsep Reduce, Reuse, Recycle. Oleh karena itu, melalui program ini kami berupaya memperkuat pemahaman tersebut agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Rahma Alya Puro menambahkan, pembentukan kebiasaan perlu dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Kami ingin siswa tidak hanya mengetahui pentingnya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memahami bahwa menjaga kebersihan merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui tata tertib, praktik langsung, dan komitmen sederhana, kami berharap kebiasaan tersebut dapat terus diterapkan,” katanya.

Kepala SDN 01 Pasekaran, Ariyanti, turut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN UNDIP. Menurutnya, edukasi mengenai kebersihan dan pengelolaan sampah penting diberikan sejak anak-anak berada di bangku sekolah dasar.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. Edukasi mengenai kebersihan dan pengelolaan sampah penting untuk membentuk kebiasaan anak-anak sejak dini. Kami berharap tata tertib yang telah dibuat dapat terus diterapkan dan menjadi kebiasaan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme dari para siswa. Meski demikian, keterbatasan waktu menjadi salah satu kendala sehingga sejumlah bagian dari rencana kegiatan belum dapat terlaksana secara maksimal.

Kendala tersebut menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa untuk pelaksanaan kegiatan serupa ke depan, khususnya dalam hal pengaturan waktu dan pendampingan siswa.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berupaya membangun budaya peduli lingkungan melalui tiga aspek sekaligus, yakni perubahan perilaku, penguatan aturan, dan tata kelola kebersihan.

Keberlanjutan program menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Tata tertib kebersihan, mekanisme penilaian kelas, peran Koordinator Kebersihan Kelas, serta poster edukasi yang telah diberikan diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh pihak sekolah.

Dengan demikian, edukasi lingkungan yang dilakukan mahasiswa KKN tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga SDN 01 Pasekaran.







Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN