Kurangi Sampah Anorganik, Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa SD Wonoharjo Ubah Limbah Jadi Karya

Mahasiswa memberikan edukasi mengenai dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, hubungan sampah dengan penyakit berbasis lingkungan, pentingnya menjaga kebersihan, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

BOYOLALI, Jatengnews.id – Upaya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2025/2026 melalui edukasi pengelolaan sampah di sekolah dasar.

Program tersebut dilaksanakan di SDN Wonoharjo 01 dan SDN Wonoharjo 04, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Menyasar siswa kelas IV, V, dan VI, kegiatan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya sampah, tetapi juga mengajak siswa memanfaatkan limbah anorganik menjadi karya kreatif dan bernilai guna.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 23 Juli 2026 melalui sosialisasi pengelolaan sampah yang dilaksanakan di kedua sekolah. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, hubungan sampah dengan penyakit berbasis lingkungan, pentingnya menjaga kebersihan, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Materi kesehatan lingkungan disampaikan Amanina Rosi Ayuningtyas, mahasiswa Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Undip.

“Kebersihan itu tidak hanya tentang buang sampah pada tempatnya, tetapi juga kebiasaan sehari-hari seperti cuci tangan yang benar. Dua-duanya sama-sama penting buat mencegah penyakit,” ujarnya.

Edukasi kemudian dilanjutkan Annisa Fitri Nabilah dari Program Studi Agribisnis Fakultas Peternakan dan Pertanian. Para siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis sampah serta cara memilahnya melalui presentasi interaktif.

Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, kegiatan dilengkapi dengan pre-test dan post-test. Metode tersebut juga membuat siswa lebih aktif mengikuti materi.

“Kami sengaja pakai pre-test dan post-test biar kelihatan progresnya. Anak-anaknya juga aktif, banyak yang berani mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan, dan jawabannya mayoritas sudah tepat,” kata Annisa.

Sementara itu, Erzachel Senna Rizky Farezi dari Program Studi Informatika Fakultas Sains dan Matematika turut mendukung kegiatan dari sisi media pembelajaran. Ia merancang poster edukasi digital dan materi presentasi, sekaligus menjadi moderator serta memandu kuis interaktif.

“Agar materi lebih mudah diingat, saya menyisipkan kuis di sela-sela acara. Anak-anak menjadi lebih bersemangat karena ada sesi tanya jawab, bukan hanya mendengarkan,” tuturnya.

Setelah mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah, para siswa diajak mempraktikkan langsung pemanfaatan limbah anorganik.

Tahap praktik dipandu Iqlima Farha Arundati dari Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Undip. Pada 27 Juli 2026, siswa SDN Wonoharjo 01 mengikuti pelatihan membuat gantungan kunci atau keychain dari tutup botol plastik bekas.

Kegiatan serupa kemudian dilaksanakan di SDN Wonoharjo 04 pada 28 Juli 2026.

Menurut Iqlima, tutup botol yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah kecil dapat memiliki nilai estetika dan ekonomi apabila diolah secara kreatif.

“Tutup botol plastik sering dianggap sampah kecil yang tidak berguna, padahal jika diolah bisa menjadi barang yang memiliki nilai jual dan nilai estetika. Melalui pelatihan ini, saya berharap anak-anak menjadi lebih kreatif dan terbiasa berpikir dua kali sebelum membuang sampah plastik sembarangan,” ujarnya.

Rangkaian program kemudian ditutup dengan pelatihan pembuatan ecobrick di SDN Wonoharjo 01 pada 30 Juli 2026. Dalam kegiatan ini, siswa kembali diajak memahami bahwa sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih fungsional apabila dikelola dengan cara yang tepat.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka tidak hanya aktif mengikuti pemaparan materi, tetapi juga berani menjawab pertanyaan, mengikuti kuis, serta terlibat langsung dalam proses pembuatan keychain dan ecobrick.

Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa KKN Tim II Undip berharap kebiasaan memilah dan mengelola sampah dapat mulai tumbuh dari lingkungan sekolah. Edukasi juga diharapkan mendorong siswa menjadi lebih kreatif sekaligus memahami bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.



Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN