KARANGANYAR, Jatengnews.id – Capaian imunisasi di Kabupaten Karanganyar hingga Juli 2026 mencapai 53,3 persen. Di tengah masih adanya penolakan vaksin, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar berhasil meraih peringkat ketiga Jawa Tengah dalam percepatan peningkatan capaian imunisasi 2026.
Penghargaan tersebut dinilai berdasarkan capaian imunisasi bayi lengkap di bawah usia dua tahun (baduta) serta imunisasi bagi ibu hamil.
Kepala Dinkes Karanganyar, Dwi Rusharyati, mengatakan capaian itu diraih di tengah tantangan penolakan vaksin yang masih ditemukan hampir di seluruh kecamatan.
“Di Karanganyar tantangannya luar biasa karena masih ada kelompok-kelompok yang melakukan penolakan dan itu hampir di semua kecamatan ada,” kata Dwi, Sabtu (22/8/2026).
Dinkes terus melakukan edukasi dengan melibatkan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan. Keraguan terkait kehalalan vaksin dan kekhawatiran terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) menjadi alasan yang masih ditemukan.
“Kami pastikan layanan imunisasi tidak berhenti pada saat penyuntikan saja, tetapi terus dipantau pascaimunisasi. Jika terjadi KIPI, bisa langsung ditangani dengan baik karena kita punya Tim KIPI tingkat kabupaten yang melibatkan dokter spesialis anak,” jelasnya.
Selain prestasi tingkat kabupaten, Puskesmas Jumantono meraih peringkat kedua Jawa Tengah dalam keberhasilan capaian imunisasi dan pengelolaan persediaan vaksin 2026.
Menurut Dwi, keberhasilan tersebut didukung kedisiplinan dalam pelaporan melalui aplikasi ASIK serta pengelolaan stok vaksin melalui sistem Semilir.
“Tolok ukurnya adalah kepatuhan inputan di sistem pelaporan imunisasi ASIK dan pengelolaan vaksin lewat aplikasi Semilir,” terang Dwi.
Dinkes Karanganyar kemudian menjadikan Puskesmas Jumantono sebagai salah satu model percontohan untuk meningkatkan pelayanan imunisasi di puskesmas lainnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N





