WONOGIRI, Jatengnews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, terus mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
Salah satunya melalui program “Pengelolaan Sampah Basah Limbah Domestik melalui Eco-Enzyme” yang mengajak warga memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang lebih bernilai guna.
Program tersebut dilaksanakan melalui sosialisasi sekaligus praktik langsung pembuatan eco-enzyme pada Selasa, 5 Agustus 2026, di Bala Dusun Desa Jendi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa memperkenalkan pengelolaan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana dan berkelanjutan dari lingkungan rumah tangga.
Berbeda dengan sampah kering yang diarahkan untuk diolah menggunakan insinerator, program eco-enzyme secara khusus menyasar limbah domestik basah, seperti sisa buah dan sayuran. Limbah yang selama ini berpotensi langsung dibuang tersebut dimanfaatkan sebagai bahan utama melalui proses fermentasi hingga menghasilkan eco-enzyme.
Mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga mengajak warga mengikuti proses pembuatan secara langsung. Dengan pendekatan praktik, masyarakat diharapkan dapat memahami tahapan pengolahan sekaligus mengetahui potensi pemanfaatan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar.
Menariknya, sebagian warga Desa Jendi sebenarnya telah mengenal dan pernah membuat eco-enzyme. Karena itu, kehadiran mahasiswa KKN bukan sekadar memperkenalkan hal baru, melainkan mendorong agar praktik tersebut dilakukan secara lebih sistematis dan dapat menjadi bagian dari kebiasaan pengurangan sampah rumah tangga.
“Pengelolaan sampah tidak harus selalu dimulai dengan teknologi yang rumit. Dari rumah, masyarakat sudah dapat berkontribusi dengan memilah dan memanfaatkan kembali sampah organik yang dihasilkan setiap hari,” menjadi semangat yang dibawa dalam pelaksanaan program tersebut.
Pengolahan limbah organik melalui eco-enzyme juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Melalui pengelolaan sampah basah dari sumbernya, lingkungan permukiman diharapkan menjadi lebih bersih sekaligus mendorong perubahan pola pikir masyarakat. Sampah tidak lagi semata-mata dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga dapat dimanfaatkan melalui pengolahan yang tepat.
Bagi mahasiswa KKN Undip, program tersebut menjadi bentuk penerapan ilmu pengetahuan yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Mereka berupaya membangun kesadaran bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan bersama, terutama melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Ke depan, keberlanjutan program diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan KKN berakhir. Warga Desa Jendi diharapkan dapat melanjutkan pengolahan limbah organik secara mandiri sehingga eco-enzyme dapat menjadi salah satu bagian dari kebiasaan pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





