Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Tematik (KKN MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 112 mendorong digitalisasi promosi UMKM melalui kolaborasi bersama Batik Lea Collection di Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Senin (03/08/2026)
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kunjungan UMKM dan pembuatan video promosi untuk memperkenalkan batik khas Mranak kepada masyarakat yang lebih luas melalui media sosial.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN Posko 112 dalam membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pemasaran melalui media digital. Video promosi Batik Lea Collection nantinya dipublikasikan melalui kanal YouTube Official KKN KAPTEN.
Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN Posko 112, Javier Naufal Ardhana, mengatakan pembuatan video promosi tersebut dilakukan sebagai bentuk kolaborasi sekaligus upaya membangun branding Batik Lea Collection.
“Tujuan kami melakukan kunjungan ke UMKM Batik Lea Collection adalah untuk berkolaborasi dan juga mem-branding UMKM Batik Lea Collection agar produk-produk batik khas Mranak bisa diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui media sosial,” jelas Javier.
Menurutnya, pemanfaatan media sosial diharapkan dapat membantu produk Batik Lea Collection menjangkau calon konsumen di luar wilayah Desa Mranak.
“Kami tim KKN berinisiatif untuk membuat video promosi Batik Lea Collection yang bisa ditonton di akun YouTube kami, Official KKN KAPTEN,” lanjutnya.
Punya Motif Khas Jambu Delima
Batik Lea Collection merupakan salah satu usaha batik yang menjadi bagian dari potensi ekonomi kreatif Desa Mranak. Produk batik yang dihasilkan memiliki ciri khas berupa motif jambu delima, yang menjadi salah satu identitas batik dari desa tersebut.
Lokasi Batik Lea Collection juga cukup strategis karena berada di tepi jalan raya utama dan dekat dengan gerbang masuk Desa Mranak. Kondisi tersebut membuat lokasi usaha relatif mudah dijangkau oleh masyarakat maupun konsumen dari luar desa.
Pemilik Batik Lea Collection, Masluroh, menuturkan bahwa usaha batiknya telah dirintis sejak 2005. Lebih dari dua dekade menjalankan usaha membuat Batik Lea Collection terus bertahan dan berkembang hingga saat ini.
“Lea Batik Collection sendiri sudah mulai merintis usaha batik dari tahun 2005,” ujar Masluroh.
Pertahankan Batik Tulis dan Batik Cap
Dalam proses produksinya, Batik Lea Collection mempertahankan dua teknik utama, yakni batik tulis dan batik cap. Kedua teknik tersebut dikerjakan pada lokasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan proses produksi.
Pembuatan batik tulis dilakukan di workshop khusus yang terpisah dari toko utama. Sementara itu, proses pembuatan batik cap dilakukan di area belakang toko penjualan.
“Di Batik Lea Collection sendiri, kami secara konsisten menghadirkan dua metode utama dalam proses pembuatan produk, yaitu teknik batik tulis tradisional yang pengerjaannya dilakukan di workshop khusus yang terpisah, serta teknik batik cap yang seluruh proses produksinya mengambil tempat persis di area belakang toko utama,” ungkap Masluroh.
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa KKN Posko 112 berharap Batik Lea Collection tidak hanya semakin dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui media sosial.
Digitalisasi promosi menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan UMKM untuk memperkenalkan produk lokal secara lebih luas.
Dengan mengangkat keunikan motif jambu delima dan proses produksi batik, Batik Lea Collection diharapkan dapat menjadi salah satu produk batik yang turut memperkenalkan potensi dan identitas Desa Mranak kepada masyarakat luas.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 112
Editor: R. D. Pramesti





