Mangunrejo, 5 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 114 mengajak siswa kelas 1 dan 2 SD 2 dan SD 3 Mangunrejo belajar mengenali serta memilah sampah berdasarkan jenisnya. Edukasi lingkungan tersebut dikemas secara interaktif melalui penjelasan, praktik membedakan sampah, dan bernyanyi bersama agar materi mudah dipahami siswa sejak usia dini.
Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan mahasiswa KKN terhadap program lingkungan yang telah berjalan di sekolah. Selain memberikan edukasi tambahan, mahasiswa turut membantu sekolah menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik.
Sasaran kegiatan merupakan siswa kelas 1 dan 2 yang masih berada pada tahap awal pendidikan sekolah dasar. Karena itu, mahasiswa menyampaikan materi menggunakan bahasa sederhana dengan contoh-contoh sampah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Siswa Dikenalkan Tiga Jenis Sampah
Pada sesi awal, mahasiswa KKN memperkenalkan tiga jenis sampah, yaitu sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Siswa diajak mengenali karakteristik masing-masing jenis sampah melalui benda yang biasa mereka temukan di rumah maupun sekolah.
Sampah organik diperkenalkan melalui contoh benda yang berasal dari makhluk hidup, sedangkan sampah anorganik dikenalkan melalui berbagai benda yang umumnya sulit terurai. Sementara itu, mahasiswa memberikan pengenalan mengenai sampah B3 serta pentingnya memberikan perhatian khusus terhadap jenis sampah tersebut.
Penyampaian materi dilakukan secara dua arah. Siswa diberi kesempatan menjawab pertanyaan dan menyampaikan pengetahuan yang telah mereka miliki. Metode tersebut membuat kegiatan berlangsung lebih aktif sekaligus membantu mahasiswa mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.
Belajar Memilah Sampah Lewat Praktik
Setelah mendapatkan penjelasan, siswa diajak mempraktikkan langsung cara membedakan sampah. Mahasiswa KKN menyediakan berbagai contoh sampah untuk diamati dan dikategorikan oleh siswa sesuai dengan jenisnya.
Praktik tersebut membantu siswa menghubungkan materi dengan benda yang mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ketika terdapat jawaban yang kurang tepat, mahasiswa memberikan penjelasan kembali agar siswa memahami perbedaan antara sampah organik, anorganik, dan B3.
Kegiatan kemudian dilengkapi dengan bernyanyi bersama menggunakan lagu bertema kebersihan. Aktivitas tersebut membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus memperkuat pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Penggunaan metode penjelasan, praktik, dan bernyanyi disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas 1 dan 2 agar edukasi mengenai sampah tidak terasa monoton.
Dukung Program Lingkungan di Sekolah
Kegiatan edukasi pemilahan sampah ini juga menjadi bentuk kolaborasi mahasiswa KKN dengan SD 2 dan SD 3 Mangunrejo dalam mendukung program lingkungan yang telah berjalan di sekolah.
Mahasiswa KKN Posko 114 berharap edukasi tersebut dapat membantu siswa memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Mengenali jenis sampah, memilahnya sesuai kategori, dan menjaga kebersihan merupakan tindakan kecil yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT-22 Posko 114 UIN Walisongo Semarang berupaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini sekaligus memperkuat kebiasaan positif yang telah dibangun di lingkungan sekolah.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 114 UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti





