Kendal, JatengNews.id– Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, diisi dengan Lomba Penyajian Jajanan Berbahan Dasar Singkong pada Sabtu (15/08/2026).
Kegiatan yang digelar TP PKK Desa Kebonharjo bersama mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 195 Harjakarsa tersebut menjadi ajang kreativitas sekaligus upaya mengenalkan kembali potensi pangan lokal kepada masyarakat.
Perlombaan diikuti warga dari berbagai RT dan RW di Desa Kebonharjo. Para peserta menghadirkan beragam kreasi olahan singkong dalam bentuk jajanan hingga sajian tumpeng dengan tampilan yang menarik dan kreatif.
Singkong yang selama ini identik dengan makanan sederhana diolah menjadi berbagai hidangan dengan nilai tambah.
Kreativitas peserta terlihat dari cara mengolah dan menyajikan bahan pangan lokal tersebut tanpa menghilangkan karakteristik kuliner yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Selain menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi. Keterlibatan warga dari berbagai wilayah RT dan RW menciptakan suasana kebersamaan serta memperkuat semangat gotong royong di Desa Kebonharjo.
Kepala Urusan Perencanaan Desa Kebonharjo, Dwi Susanti, mengatakan perlombaan tidak semata-mata berorientasi pada hasil akhir atau kemenangan. Menurutnya, kebersamaan masyarakat menjadi nilai penting dalam kegiatan tersebut.
“Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat Desa Kebonharjo,” ujar Dwi Susanti.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang disampaikan Dwi Susanti, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian ketentuan perlombaan. Peserta selanjutnya menyajikan berbagai kreasi olahan singkong yang telah dipersiapkan.
Pemanfaatan singkong dalam perlombaan menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi sajian yang lebih beragam melalui kreativitas masyarakat.
Pengolahan tersebut sekaligus memberikan nilai tambah pada bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Potensi olahan singkong juga dapat dikembangkan lebih jauh sebagai produk ekonomi masyarakat. Berbagai jajanan berbahan singkong berpeluang dikembangkan menjadi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), baik untuk konsumsi rumah tangga maupun dipasarkan kepada masyarakat luas.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengenalkan kembali makanan berbahan pangan lokal kepada generasi muda. Kreativitas dalam mengolah singkong diharapkan dapat membuat kuliner tradisional tetap dikenal dan memiliki daya tarik di tengah berkembangnya berbagai jenis makanan modern.
Proses penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri, yaitu Ketua PKK Desa Kebonharjo, Ketua Pokja II, dan Ketua Pokja III. Penilaian dilakukan berdasarkan ketentuan perlombaan yang telah disampaikan kepada peserta sebelum kegiatan dimulai.
Kolaborasi TP PKK Desa Kebonharjo dan mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 195 Harjakarsa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberdayakan masyarakat melalui potensi yang ada di lingkungan desa.
Melalui Lomba Penyajian Jajanan Berbahan Dasar Singkong, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Kebonharjo tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat kebersamaan, menggali kreativitas, serta menjaga keberadaan kuliner berbasis pangan lokal.
Penulis: Tim mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 195
Editor: R. D. Pramesti





