SEMARANG, Jatengnews.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang resmi melepas 300 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN-MIT) ke-21 dan Mandiri Misi Khusus (KKN-MMK) Tahun 2026. Pelepasan tersebut dilaksanakan pada awal Januari 2026 dan ditandai dengan pengarahan langsung dari pimpinan kampus.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Walisongo, Dr. Moh. Masrur, menjelaskan bahwa peserta KKN tahun ini akan diterjunkan ke dua wilayah, yakni Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang dan Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
“Sebanyak 240 mahasiswa akan ditempatkan di Kecamatan Limpung pada 16 posko, sementara 60 mahasiswa lainnya akan bertugas di empat desa di Kecamatan Kejajar, Wonosobo,” jelasnya.
Baca juga: UIN Walisongo Kukuhkan Delapan Guru Besar Sekaligus
KKN tahun 2026 mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Literasi Digital, dan Kesehatan Masyarakat Berbasis Inovasi Desa.”
Masrur menyebutkan, bahwa mahasiswa diharapkan dapat mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM.
“Di lokasi KKN, banyak produk UMKM yang perlu pendampingan, mulai dari pemasaran hingga pengemasan. Misalnya di Limpung yang dikenal sebagai sentra emping. Mahasiswa kami diharapkan hadir membantu pengembangan usaha masyarakat,” ujarnya.
Selain ekonomi kreatif, mahasiswa juga akan melakukan pendampingan literasi digital agar masyarakat mampu menggunakan teknologi secara produktif.
Pada sektor kesehatan, program diarahkan pada pencegahan stunting dan perbaikan gizi masyarakat melalui edukasi dan kampanye kesehatan berbasis desa.
Pesan Rektor: Jaga Kekompakan, Almamater, dan Kearifan Lokal
Masrur menyampaikan pesan penting dari Rektor UIN Walisongo kepada seluruh peserta KKN. Tiga hal utama yang ditekankan, yaitu:
Bangun kerja tim (super team), bukan superman.
Setiap posko berisi 15 mahasiswa yang harus bekerja kompak.
Menjaga nama baik almamater.
Mahasiswa bertugas membawa identitas institusi, bukan pribadi.
Baca juga: Dosen UIN Walisongo Jadi Nakhoda Kartunis Indonesia
Menghormati adab dan kearifan lokal.
Hal ini menjadi perhatian serius setelah evaluasi KKN tahun sebelumnya.
Masrur juga mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati di lapangan dan selalu menjunjung etika sosial masyarakat setempat.
“Hormati budaya desa, patuhi kearifan lokal, dan mohon perlindungan Allah agar pelaksanaan KKN berjalan aman dan sukses hingga akhir,” tutupnya.(02)



