KARANGANYAR, Jatengnews.id – Stunting tidak hanya terjadi pada keluarga dengan kondisi ekonomi rendah. Anggapan bahwa stunting hanya dialami masyarakat miskin dinilai keliru, karena kondisi tersebut dapat terjadi pada semua kalangan.
Hal itu disampaikan Bunda PAUD Karanganyar, dr. Farida Nurhayati, saat memberikan edukasi tentang stunting kepada para guru dan orang tua, Selasa (10/3/2026).
Farida menjelaskan, stunting lebih banyak dipengaruhi oleh pola asuh anak, terutama dalam pemberian makanan yang tidak adekuat atau kurang bernutrisi.
“Stunting itu tidak selalu terjadi pada masyarakat miskin. Keluarga kaya maupun miskin bisa mengalami stunting jika pola asuhnya kurang baik, terutama dalam pemberian makanan yang tidak cukup gizi,” ujarnya.
Menurutnya, pengetahuan orang tua tentang nutrisi dan pola asuh menjadi faktor penting dalam mencegah stunting. Anak-anak membutuhkan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya.
Selain itu, deteksi dini juga perlu dilakukan, termasuk oleh para guru di sekolah atau taman kanak-kanak. Guru diharapkan lebih peka terhadap perbedaan pertumbuhan anak seusia.
“Misalnya ada anak yang usianya sama di kelas TK, tetapi tinggi badannya berbeda jauh. Itu harus menjadi perhatian,” jelasnya.
Ia menambahkan, pencegahan stunting juga perlu didukung dengan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak, seperti menjaga kebersihan diri, memotong kuku secara rutin, serta membiasakan mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas.
Orang tua juga diimbau rutin membawa anak ke posyandu dan memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap. Selain itu, edukasi mengenai pola asuh dan pencegahan stunting perlu terus disampaikan kepada orang tua melalui kegiatan parenting.
Terkait kondisi di Kabupaten Karanganyar, Farida menyebut angka stunting masih tergolong tinggi. Berdasarkan data tahun 2022, di setiap kecamatan terdapat ratusan kasus stunting, bahkan di beberapa kecamatan mencapai sekitar 200 anak.
“Prinsipnya adalah memperbaiki pola asuh anak, karena itu menjadi faktor utama dalam pencegahan stunting,” tandasnya.(02)



