SEMARANG, Jatengnews.id – Sebanyak 200 warga dari kawasan Ungaran, Kabupaten Semarang, dan Banyumanik, Kota Semarang menerima bantuan beras dari para pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026).
Bantuan yang disalurkan sebanyak 2 ton beras tersebut diberikan kepada warga dengan berbagai mata pencaharian, seperti penggali kubur, pemulasar jenazah, pengambil sampah, sukarelawan lalu lintas (supeltas), tukang parkir, hingga takmir masjid.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan langsung bantuan tersebut dalam kegiatan bazar dan pasar murah di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jateng, Kompleks Tarubudaya, Ungaran.
Menurut Luthfi, kegiatan tersebut merupakan upaya membangun kedekatan sosial antara pemerintah dan masyarakat sekitar kantor-kantor dinas Pemprov Jateng.
“Hari ini kita libatkan pekerja informal seperti supeltas, tukang parkir, penjaga masjid hingga penjaga makam di sekitar kantor kita. Mereka sangat membutuhkan ini,” kata Luthfi.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan dijadikan model di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng agar hubungan dengan masyarakat semakin dekat.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama di tengah tren kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang Lebaran.
“Ketersediaan dan keterjangkauan pangan harus kita jaga. Jangan sampai ada kelangkaan yang membuat harga naik. Masyarakat juga tidak perlu panik,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan, bantuan beras dan pasar murah tersebut tidak menggunakan anggaran dinas, melainkan berasal dari dana yang dihimpun melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan OPD.
“Tujuannya agar ketersediaan pangan tetap terjamin dan harganya bisa dijangkau masyarakat,” katanya.
Salah seorang penerima bantuan, Arso, mengaku sangat terbantu dengan bantuan beras tersebut. Sebagai tukang parkir dan pekerja serabutan, penghasilannya sering kali tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Bahagia sekali, maturnuwun sanget. Sangat membantu, apalagi menjelang Lebaran,” ujarnya.(02)



