27 C
Semarang
, 17 Maret 2026
spot_img

Pelangi di Mars, Ketika Passion, Teknologi, dan Mimpi Anak Indonesia Bertemu di Layar Lebar

Film ini adalah hasil perjalanan hampir enam tahun sebuah proses yang tidak hanya melelahkan, tetapi juga penuh makna.

JAKARTA, Jatengnews.id – Ada sesuatu yang berbeda dari film Indonesia yang akan hadir Lebaran tahun ini. Bukan sekadar film keluarga biasa, Pelangi di Mars datang sebagai simbol dedikasi panjang, cinta terhadap kreativitas, dan mimpi besar untuk generasi masa depan.

Diproduksi oleh Mahakarya Pictures dan disutradarai oleh Upie Guava, film ini adalah hasil perjalanan hampir enam tahun sebuah proses yang tidak hanya melelahkan, tetapi juga penuh makna.

Di balik visual yang memukau, ada ratusan kreator dari seluruh Indonesia yang bekerja tanpa lelah. Animator, VFX artist, hingga berbagai talenta kreatif lainnya bersatu dalam satu visi: menghadirkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya di industri film Indonesia.

Ini bukan proyek instan. Ini adalah karya yang lahir dari passion dan rasa cinta terhadap cerita, terhadap anak-anak Indonesia, dan terhadap mimpi yang sering kali terasa jauh untuk digapai.

Yang menarik, Pelangi di Mars juga memberi spotlight pada mereka yang biasanya jarang terlihat—voice actor dan body actor. Sosok-sosok di balik karakter ini akhirnya mendapatkan apresiasi yang layak, menjadikan film ini terasa lebih manusiawi dan inklusif.

Dalam dunia lifestyle modern, kreativitas dan teknologi adalah dua hal yang tak terpisahkan. Pelangi di Mars memadukan keduanya lewat penggunaan CGI, VFX, dan teknologi XR, menjadikannya salah satu proyek paling ambisius di perfilman Indonesia.

Film ini bukan hanya tontonan, tetapi juga representasi gaya hidup kreatif barudi mana anak muda Indonesia tidak lagi sekadar menjadi penonton tren global, melainkan pencipta.

Produser Dendi Reynando bahkan menyebut bahwa film ini adalah milik semua orang yang terlibat. Sebuah refleksi bahwa kolaborasi kini menjadi kunci dalam industri kreatif masa kini.

“Terinspirasi dari film legendaris seperti Jurassic Park dan Star Wars, Upie Guava ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dekat dengan anak-anak Indonesia,”katanya dikutip Selasa (17/03/2025).

Lewat karakter Pelangi—anak pertama yang lahir di Mars film ini membawa pesan sederhana namun kuat bermimpi itu penting, dan asal kita berani, mimpi itu bisa jadi nyata.

Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, pesan ini terasa relevan. Pelangi di Mars mengajak kita untuk kembali ke hal yang paling mendasar—berani membayangkan masa depan yang lebih besar.

“Jika biasanya Lebaran identik dengan film komedi atau drama keluarga, tahun ini ada pilihan baru yang segar. Pelangi di Mars menawarkan pengalaman sinematik yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi,” imbuhnya.

Mulai 18 Maret 2026, film ini akan tayang di seluruh bioskop Indonesia. Dan mungkin, di antara gemerlap visualnya, kita tidak hanya menemukan cerita tentang luar angkasa tetapi juga menemukan kembali mimpi kita sendiri. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN