27.8 C
Semarang
, 30 Maret 2026
spot_img

Yayasan Sudirman Perkuat Komitmen Pendidikan, Harap Dukungan Pemerintah

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum YPI GUPPI Sudirman Karanganyar, Suroto, dalam acara halal bihalal di Hotel Permatasari, Senin (30/3/2026).

KARANGANYAR, Jatengnews.id  — Yayasan Sudirman yang telah berdiri selama 43 tahun terus menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi bangsa yang religius dan mandiri melalui pengelolaan berbagai lembaga pendidikan.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum YPI GUPPI Sudirman Karanganyar, Suroto, dalam acara halal bihalal di Hotel Permatasari, Senin (30/3/2026). Ia menyebut kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga untuk memperkuat sinergi antar pengelola dan tenaga pendidik.

“Tujuannya untuk mempererat hubungan sekaligus memastikan semua program Yayasan Sudirman dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Saat ini, Yayasan Sudirman menaungi sekitar 53 madrasah dengan jumlah siswa kurang lebih 7.000 orang di Kabupaten Karanganyar. Lembaga tersebut terdiri dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Sejumlah madrasah bahkan menjadi unggulan dan mampu bersaing dengan sekolah umum, baik dari sisi jumlah siswa maupun prestasi.

Suroto menjelaskan, berbagai capaian telah diraih para siswa, mulai dari prestasi olahraga seperti bulu tangkis tingkat provinsi hingga prestasi akademik di bidang matematika, sains, dan lomba tahfiz.

Meski demikian, pihak yayasan menilai dukungan pemerintah daerah terhadap lembaga pendidikan swasta masih perlu ditingkatkan. Saat ini bantuan yang diterima baru sebatas Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sementara program BOSDA telah dihentikan.

“Harapan kami, pemerintah daerah bisa kembali menghadirkan BOSDA atau bentuk bantuan lain, karena lembaga swasta juga ikut mencerdaskan anak bangsa,” tegasnya.

Senada, pengurus yayasan Deni Irawati Santoso menyoroti masih minimnya perhatian terhadap kesejahteraan guru madrasah swasta, termasuk kesempatan mengikuti program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Sebagian besar madrasah itu swasta, namun perhatian terhadap guru masih lebih banyak ke sekolah negeri. Kami berharap guru madrasah juga difasilitasi untuk mengikuti PPPK,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Yayasan Rohmad Hidayat menambahkan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas lembaga pendidikan agar mampu bersaing, sekaligus berharap adanya peningkatan dukungan pemerintah, khususnya dalam sarana prasarana dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Dengan dukungan yang lebih merata, Yayasan Sudirman optimistis dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Karanganyar.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN