DEMAK, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten Demak kembali menghadirkan inovasi pelayanan publik melalui program Demang Ngantor Deso.
Kali ini, kegiatan digelar di Balaidesa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Rabu (15/4/2026), dengan melibatkan berbagai instansi guna mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Bupati Demak, Eisti’anah, bersama jajaran Forkopimda hadir langsung di lokasi. Kehadiran mereka disambut antusias warga yang memanfaatkan berbagai layanan publik yang disediakan, mulai dari administrasi kependudukan, pembayaran pajak, hingga layanan BPJS dan SAMSAT keliling.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meninjau sejumlah stand UMKM lokal. Beragam produk ditampilkan, mulai dari makanan ringan seperti keripik, es krim rujak, hingga kerajinan tangan seperti talenan, ulekan, kurungan burung, dan figura. Bupati bahkan tampak mencicipi produk yang dipamerkan.
Eisti’anah menjelaskan, program Demang Ngantor Deso merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat desa.
“Program ini bukan sekadar kami hadir, tetapi kami mengajak seluruh layanan pemerintah kabupaten untuk turun langsung ke desa agar masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga sebagai sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Sejumlah persoalan yang disampaikan warga, seperti kendala bantuan sosial, pelayanan NPWP, hingga kebutuhan pelatihan kerja, menjadi bahan evaluasi pemerintah.
“Kami ingin hadir langsung, jemput bola, dan memastikan masyarakat mendapatkan solusi. Jika ada kendala dari pusat, kami akan carikan alternatif program lain,” tambahnya.
Selain pelayanan, kegiatan ini juga diisi dengan dialog interaktif antara pemerintah dan masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan kebutuhan pembangunan, di antaranya normalisasi saluran irigasi dan Sungai Jragung guna mendukung sektor pertanian dan mencegah banjir.
Sementara itu, Budi Santoso dari Forum UMKM Mranggen menyoroti persoalan sampah di sungai yang dinilai masih memprihatinkan. Ia berharap adanya penguatan sosialisasi dan pengelolaan sampah oleh dinas terkait.
“Kami berharap ada perhatian serius terhadap pengelolaan sampah, karena selain menimbulkan bau, juga berdampak pada banjir,” ungkapnya.
Kepala Desa Sumberejo, Muhibbulllah, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat karena berbagai layanan kini dapat diakses langsung di desa.
“Warga tidak perlu jauh-jauh ke kecamatan atau kota. Semua layanan sudah tersedia di sini, mulai dari perpanjangan STNK hingga pembuatan KTP,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat, di antaranya 12 kursi roda, 3 paket Usaha Ekonomi Produktif (UEP), santunan jaminan kematian sebesar Rp168 juta, bantuan rumah layak huni Rp15 juta, bantuan tempat ibadah Rp10 juta, bantuan UMKM Zmart Rp25 juta, serta bantuan sembako dan bibit tanaman.
Ke depan, program Demang Ngantor Deso direncanakan akan digelar secara bertahap di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Demak, sebagai bagian dari upaya pemerataan pelayanan publik hingga ke tingkat desa. (03)



