SEMARANG, Jatengnews.id — Perkumpulan Pengajian Endo Semoyo bersama warga RT 05 RW 03 Candi Persil, Kaliwiru, Semarang, menggelar penyembelihan hewan kurban dalam rangka Iduladha 2026, Rabu (27/5/2026).
Pada momen tersebut, panitia berhasil menyembelih sebanyak 24 ekor kambing yang berasal dari jamaah pengajian, donatur, sponsor, serta relasi pengajian.
Sejak pagi hari, suasana gotong royong tampak mewarnai kegiatan penyembelihan hingga proses pembagian daging kurban kepada masyarakat sekitar. Warga dan jamaah pengajian saling bahu-membahu demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Pendiri Pengajian Endo Semoyo, Nur Priyo, mengatakan pengajian tersebut mulai dirintis sejak 2019 dengan jumlah jamaah awal hanya tujuh orang.
“Pengajian berkonsep manakib ini kami bentuk sebagai wadah untuk memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat hubungan antarwarga,” ujar Nur Priyo ketika ditemui di lokasi.
Nur Priyo yang telah menjadi mualaf sejak 1997 mengaku terdorong mendirikan pengajian karena ingin terus belajar agama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan, awalnya panitia hanya merencanakan penyembelihan dua ekor kambing pada Iduladha tahun ini. Namun, dukungan terus mengalir dari jamaah, sponsor, dan para donatur sehingga jumlah hewan kurban meningkat signifikan menjadi 24 ekor.
“Alhamdulillah, bantuan datang dari berbagai pihak, di antaranya BMT Puspa, Dam Haji, dan sejumlah relasi pengajian lainnya,” katanya.
Sedangkan Ketua RT 05 Kaliwiru, Soegi Herri, menyampaikan bahwa antusiasme para donatur menjadi salah satu faktor bertambahnya jumlah hewan kurban pada tahun ini.
“Pembagian daging kurban kami lakukan secara door to door agar lebih tertib dan tepat sasaran. Warga RT 05 menjadi prioritas utama sebelum dibagikan kepada jamaah dan sebagian warga RT lain di wilayah RW 03,” jelasnya.
Perlu diketahui jamaah Pengajian Endo Semoyo telah berkembang menjadi sekitar 40 orang yang berasal dari berbagai wilayah, seperti Kaliwiru, Tembalang, hingga luar Semarang.
Kegiatan kurban Pengajian Endo Semoyo tersebut menjadi bukti bahwa pengajian yang berawal dari kelompok kecil kini berkembang menjadi wadah kebersamaan dan kepedulian sosial bagi masyarakat sekitar.
Penulis : Jaka Nuswantara
Editor : Alif Nazzala Rizqi



