SEMARANG, Jatengnews.id – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT PLN Indonesia Power (PLN IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan melalui program bertajuk Mageri Segoro” atau Memagari Lautan.
Kegiatan tersebut diwujudkan dengan penanaman 2.000 bibit mangrove secara serentak yang dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih pesisir (coastal clean-up) di kawasan Pantai Tirang, Kota Semarang.
Program ini menjadi bentuk sinergi antara PLN IP UBP Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. Selain menanam mangrove, para peserta juga melakukan pembersihan sampah di area pantai sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan laut.
Penanaman 2.000 bibit mangrove difokuskan untuk memperkuat sabuk hijau alami (green belt) di kawasan pesisir. Keberadaan mangrove dinilai memiliki peran penting dalam menahan abrasi, mengurangi dampak gelombang laut, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang menjadi habitat berbagai biota laut.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi yang hadir dan memimpin langsung kegiatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga kawasan pesisir melalui penanaman vegetasi pelindung.
“Area pesisir laut ini harus mulai kita pagari. Caranya adalah dengan giat menanam dan merawat tanaman, seperti halnya mangrove yang kita tanam hari ini. Tujuannya sangat jelas, agar ke depannya pesisir laut kita senantiasa dijaga dan dirawat oleh ekosistem tanaman yang kita tanam. Inilah makna sesungguhnya dari inisiatif Mageri Segoro,” ujar Ahmad Luthfi melalui siaran pers, Senin (08/06/2026).
Menurutnya, keberhasilan menjaga kawasan pesisir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Assistant Manager K3L PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Indah Hanika Sari, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Aksi penanaman mangrove dan bersih-bersih pesisir di Pantai Tirang ini adalah bukti nyata tanggung jawab lingkungan kami. Melalui sinergi bersama Pemprov Jateng, kami berharap langkah ini tidak hanya mencegah abrasi, tetapi juga memulihkan habitat biota laut yang nantinya akan membawa dampak positif bagi keseimbangan ekologi dan ekonomi masyarakat pesisir,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai benteng alami penahan abrasi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas lingkungan pesisir, menyerap emisi karbon, serta mendukung keberlangsungan sektor perikanan dan pariwisata berbasis lingkungan.
Lebih dari sekadar penanaman pohon, kegiatan bersih-bersih pantai yang dilakukan secara gotong royong juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga laut dari ancaman sampah, khususnya sampah plastik yang dapat merusak ekosistem perairan.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN Indonesia Power UBP Semarang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan menjaga kelestarian lingkungan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mewujudkan pesisir yang lebih tangguh, ekosistem yang lebih sehat, serta masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara


