SEMARANG, Jatengnews.id – Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan sosial kini turut memengaruhi strategi bisnis perusahaan. Konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan harga dan kualitas produk, tetapi juga aspek keberlanjutan dalam proses produksi.
Hal tersebut disampaikan dosen dan peneliti University of San Carlos (USC) Filipina, Eleanor D. Paclijan, Ph.D., dalam kuliah umum yang digelar Program Studi Manajemen dan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang di Aula Teater Gedung Thomas Aquinas, Selasa (10/6/2026).
Menurut Eleanor, semakin banyak konsumen yang memilih produk ramah lingkungan dan diproduksi secara bertanggung jawab. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas bisnisnya.
“Perubahan perilaku konsumen membuat perusahaan harus lebih transparan dalam menjalankan dan melaporkan praktik keberlanjutan mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peran akuntan saat ini juga semakin berkembang. Selain menyusun laporan keuangan, akuntan kini berperan mengukur dan melaporkan berbagai aspek keberlanjutan seperti emisi karbon, penggunaan energi, kesejahteraan karyawan, hingga program sosial perusahaan.
Eleanor menambahkan, tren pelaporan keberlanjutan atau ESG (Environmental, Social, and Governance) terus berkembang di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Filipina. Melalui laporan tersebut, perusahaan dapat menunjukkan komitmennya terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Kuliah umum yang dipandu Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Kerja Sama FEB SCU, Dr. Ranto Partomuan Sihombing, S.E., M.Si., itu diikuti puluhan mahasiswa FEB SCU sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan mengenai bisnis dan akuntansi berkelanjutan. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara


