Rawat Budaya, Dorong Ekonomi Kreatif, Wali Kota Semarang Agustina Perbanyak Festival Seni di Tahun 2027

Pemkot Semarang menargetkan seni dan budaya menjadi salah satu motor penggerak pariwisata serta pertumbuhan ekonomi kota di masa mendatang.

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang menyiapkan langkah besar untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya dengan memperbanyak agenda festival pada 2027.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebut penguatan festival budaya menjadi bagian dari strategi menjaga warisan budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurut Agustina, festival bukan sekadar ajang hiburan, melainkan ruang bagi seniman, komunitas, dan generasi muda untuk berkarya, berinovasi, serta menjaga keberlanjutan budaya lokal.

“Saya minta dibuat festival tari dan budaya di Kota Semarang. Dan saya harap ini festival yang terus-menerus dilakukan terhadap semua ikon budaya yang ada di Kota Semarang. Tanpa festival seni budaya tidak akan maju,” ujar Agustina saat menghadiri gelar seni dan budaya Kota Semarang di TMII, Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Agustina menjelaskan, pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu fokus pembangunan Kota Semarang pada 2027. Karena itu, berbagai festival budaya akan dikemas secara berkelanjutan agar mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas kota.

Ia menilai keberadaan festival penting untuk mempertemukan para pelaku seni, membuka ruang kolaborasi, serta mendorong peningkatan kualitas karya budaya. Dengan agenda yang konsisten, seni dan budaya Semarang diharapkan semakin berkembang dan dikenal lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menegaskan bahwa Semarang merupakan kota yang terbentuk dari keberagaman budaya. Nilai toleransi dan keberagaman itu, menurutnya, menjadi kekuatan utama yang terus dirawat dalam pembangunan kota.

Melalui pertunjukan Harmoni Semarang, Pemerintah Kota Semarang menampilkan perjalanan sejarah dan budaya kota, mulai dari dolanan bocah, semangat perjuangan Pertempuran Lima Hari di Semarang, hingga tradisi Dugderan yang menjadi simbol persatuan masyarakat lintas latar belakang.

Agustina berharap semakin banyak panggung budaya hadir di Semarang sehingga para seniman, pelajar, dan komunitas memiliki ruang untuk menampilkan karya sekaligus memperkuat sektor pariwisata.

Selain itu, rangkaian agenda budaya akan terus dilanjutkan, termasuk Festival Kota Lama pada September mendatang yang menghadirkan pertunjukan seni, kuliner khas, wisata sejarah, serta berbagai atraksi budaya khas Semarang.

Dengan penguatan agenda tersebut, Pemkot Semarang menargetkan seni dan budaya menjadi salah satu motor penggerak pariwisata serta pertumbuhan ekonomi kota di masa mendatang.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor    : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN