PT KMR Tarik Seluruh MinyaKita Bermasalah di Empat Daerah, Penyebab Kontaminasi Masih Diselidiki

Direktur PT KMR, Joko Muktiwijaya, mengatakan seluruh produk dari batch yang terindikasi bermasalah telah ditarik dan diganti sepenuhnya.

KARANGANYAR, Jatengnews.id – PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) memastikan telah menyelesaikan penarikan seluruh produk MinyaKita yang diduga bermasalah di empat wilayah, yakni Karanganyar, Klaten, Wonogiri, dan Tegal. Penarikan dilakukan setelah ditemukan minyak goreng dengan dugaan bau seperti solar atau minyak tanah.

Direktur PT KMR, Joko Muktiwijaya, mengatakan seluruh produk dari batch yang terindikasi bermasalah telah ditarik dan diganti sepenuhnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan tanpa menunggu hasil investigasi maupun pengujian laboratorium.

“Per hari ini sudah kami tarik 100 persen dan diganti seluruhnya. Proses penarikan berjalan lancar berkat dukungan Bulog dan perangkat desa sehingga tidak ada kendala di lapangan,” ujar Joko, Jumat (26/6/2026) petang.

Joko menyebut dugaan sementara penyebab munculnya aroma solar atau minyak tanah berasal dari kemungkinan kontaminasi saat proses penyimpanan maupun distribusi. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil uji laboratorium yang diperkirakan selesai dalam waktu satu hingga dua pekan.

PT KMR diketahui memproduksi sekitar 5.000 ton minyak goreng setiap bulan. Sementara produk yang diduga mengalami masalah hanya berasal dari batch produksi pada 2 hingga 5 Juni 2026 dengan jumlah sekitar 20 ton.

“Yang bermasalah hanya batch produksi selama empat hari. Semua batch tersebut langsung kami tarik seluruhnya,” jelasnya.

Meski indikasi produk bermasalah diperkirakan sekitar 100 ton, perusahaan menarik sekitar 300 ton produk karena seluruh batch yang berpotensi terdampak harus diamankan.

Joko memastikan produk yang telah ditarik tidak akan kembali beredar sebagai minyak konsumsi. Seluruhnya akan dialihkan untuk dijual sebagai used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah sebagai bahan baku produksi biodiesel.

Berdasarkan data perusahaan, penarikan dilakukan terhadap 42.644 liter MinyaKita di Karanganyar, 68.288 liter di Wonogiri, dan 71.648 liter di Klaten. Sementara data penarikan di Tegal masih dalam tahap rekapitulasi.

Ia menjelaskan, produk yang ditarik merupakan bagian dari stok bantuan pangan yang disalurkan melalui Bulog di wilayah Jawa Tengah, sehingga tidak beredar di pasar umum. PT KMR sendiri telah menjadi pemasok Bulog selama sekitar dua hingga tiga tahun dengan total pasokan lebih dari 10.000 ton.

Terkait dugaan adanya warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah menggunakan minyak tersebut, Joko menyatakan perusahaan siap bertanggung jawab apabila terdapat bukti medis yang menunjukkan adanya hubungan dengan produk PT KMR. Namun hingga kini belum ada laporan resmi yang diterima perusahaan.

Selain melakukan penarikan, PT KMR juga telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Pemeriksaan tersebut masih sebatas klarifikasi terkait penyebab kejadian, langkah penanganan, serta bentuk tanggung jawab perusahaan.

Sebagai tindak lanjut, PT KMR berkomitmen memperketat sistem pengawasan mutu atau quality control. Perusahaan juga telah meminta masukan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami terus melakukan evaluasi agar kualitas produk tetap terjaga dan kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” pungkas Joko.

Penulis  : Iwan Iswanda

Editor    : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN