Libur Sekolah, Pengendara Motor Diingatkan Waspadai Jalur Pegunungan: Kuasai Teknik Rem dan Tikungan

Libur sekolah jadi momen favorit touring ke kawasan pegunungan Jawa Tengah. Simak tips safety riding agar aman menghadapi tanjakan, turunan, tikungan, dan risiko rem blong.

SEMARANG, Jatengnews.id – Aroma aspal kering dan sejuknya angin pegunungan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong saat memasuki musim libur sekolah di bulan Juni.

Bertepatan dengan puncak musim kemarau, momen ini banyak dimanfaatkan masyarakat Jawa Tengah untuk melakukan perjalanan wisata menggunakan sepeda motor.

Sejumlah destinasi dataran tinggi seperti Tawangmangu di Solo Raya, Kopeng di Kabupaten Semarang, kawasan wisata Guci di wilayah Pekalongan, hingga kawasan Colo di Pati/Kudus menjadi pilihan favorit yang ramai dikunjungi para wisatawan.

Namun, meningkatnya aktivitas touring juga perlu diimbangi dengan kewaspadaan. Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, mengingatkan bahwa berkendara di jalur pegunungan memiliki tantangan berbeda dibandingkan melintas di jalan perkotaan maupun jalur datar seperti Pantura.

Menurutnya, jalur wisata pegunungan banyak memiliki tanjakan curam, turunan panjang, serta tikungan tajam atau hairpin turn yang membutuhkan teknik berkendara khusus.

“Berkendara di pegunungan bukan soal seberapa berani membuka gas, tetapi bagaimana pengendara mampu mengendalikan kendaraan, memahami kondisi jalan, serta mengatur momentum,” ujar Oke.

Ia menyebut, banyak kecelakaan di jalur pegunungan umumnya dipicu dua faktor utama, yakni kendaraan kehilangan kendali saat menikung dan kegagalan sistem pengereman, terutama pada sepeda motor matik.

Oke menjelaskan, menikung dan melakukan pengereman di jalur pegunungan membutuhkan keseimbangan seperti “berdansa” antara pengendara dengan kendaraannya. Gerakan yang terlalu kaku maupun terlalu agresif dapat membuat motor kehilangan traksi dan berisiko tergelincir.

Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah rem blong akibat panas berlebih atau vapor lock. Kondisi ini dapat terjadi ketika pengendara menahan tuas rem secara terus-menerus saat melewati turunan panjang.

Gesekan tanpa henti antara kampas rem dan cakram dapat meningkatkan suhu hingga ekstrem. Akibatnya, minyak rem dapat mendidih dan menimbulkan gelembung udara sehingga tekanan rem berkurang atau terasa kosong saat digunakan.

Untuk mencegah hal tersebut, Oke membagikan beberapa teknik aman saat melintasi jalur pegunungan.

Pertama, gunakan teknik pengereman “pijat” atau lepas-pasang. Pengendara disarankan tidak menekan rem secara konstan, tetapi melakukan pengereman untuk mengurangi kecepatan kemudian memberi jeda agar sistem rem mendapat pendinginan sebelum digunakan kembali.

Kedua, manfaatkan engine brake pada motor matik. Oke menjelaskan bahwa motor matik tetap dapat memberikan efek pengereman mesin dengan cara mempertahankan sedikit bukaan gas saat melewati turunan agar motor tidak meluncur bebas.

Ketiga, gunakan kombinasi rem depan dan belakang secara seimbang. Rem depan berfungsi sebagai pengendali utama laju kendaraan, sementara rem belakang membantu menjaga kestabilan motor.

Saat menghadapi tikungan tajam, pengendara juga diimbau tidak meniru gaya balap ekstrem seperti knee down. Teknik berkendara harian yang lebih aman adalah menyesuaikan posisi tubuh dengan kemiringan motor dan memastikan kondisi jalur sebelum masuk tikungan.

“Selalu pastikan pandangan terbuka sebelum menikung. Jika tidak yakin ada kendaraan dari arah berlawanan atau kondisi tikungan belum terlihat, lebih baik kurangi kecepatan dan cari titik aman,” jelasnya.

Oke juga mengingatkan pengendara untuk menerapkan prinsip **Slow In, Fast Out**, yakni memasuki tikungan dengan kecepatan rendah dan meningkatkan kecepatan setelah keluar dari tikungan.

Pengereman sebaiknya sudah selesai dilakukan ketika motor masih dalam posisi tegak sebelum memasuki tikungan. Saat berada di tikungan, pengendara cukup menjaga kecepatan stabil dan kembali membuka gas setelah melihat jalur keluar.

“Bagi masyarakat Solo, Semarang, Pekalongan, dan Pati yang akan berwisata saat libur Juni, hormati karakter jalur pegunungan dengan mengendalikan kecepatan dan menggunakan teknik berkendara yang tepat. Jangan biarkan kecepatan mengambil alih kendali atas keselamatan,” pesan Oke.

Ia juga mengingatkan pentingnya menggunakan perlengkapan berkendara lengkap, terutama helm, agar perjalanan wisata tetap aman dan nyaman dengan semangat #Cari_Aman.

Penulis   : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN