BOYOLALI, Jatengnews.id — Pemanfaatan teknologi digital mulai menyentuh pelaku usaha mikro di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali. Salah satunya melalui program mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang membantu memperluas akses pemasaran UMKM Susu Kedelai Bu Tin di Dusun Gagatan.
Desa Ketoyan memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup beragam. Sebagian masyarakat menggantungkan penghasilan dari usaha mikro rumahan, terutama di sektor olahan pangan seperti tempe, produk berbahan kedelai, hingga kerupuk.
Di tengah geliat usaha tersebut, Susu Kedelai Bu Tin menjadi salah satu produk rumahan yang diproduksi secara rutin. Usaha milik Bu Tin yang berada di Dusun Gagatan dikenal memproduksi susu kedelai murni dengan cita rasa yang diminati masyarakat sekitar.
Namun, selama ini pemasaran produk tersebut masih menghadapi kendala. Konsumen sebagian besar berasal dari lingkungan sekitar dusun sehingga jangkauan pasarnya belum luas.
Kondisi geografis Dusun Gagatan serta belum adanya penanda lokasi secara digital juga membuat masyarakat dari luar desa kesulitan menemukan rumah produksi susu kedelai tersebut.
### Dibantu Masuk Google Maps
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan program digitalisasi sederhana dengan mendaftarkan dan memetakan lokasi UMKM Susu Kedelai Bu Tin ke Google Maps.
Program ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha mikro pedesaan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperkenalkan produk sekaligus mempermudah calon konsumen menemukan lokasi usaha.
Tahap awal dilakukan dengan menentukan titik koordinat rumah produksi Bu Tin di Dusun Gagatan secara langsung menggunakan GPS. Setelah lokasi dipastikan akurat, mahasiswa membantu membuat profil usaha dengan nama **Susu Kedelai Bu Tin Ketoyan** melalui Google Business Profile.
Tidak hanya mencantumkan alamat, profil tersebut juga dilengkapi dengan sejumlah informasi pendukung. Mulai dari jam operasional, nomor WhatsApp untuk pemesanan, varian produk, foto susu kedelai, hingga dokumentasi tampak depan rumah produksi.
Informasi tersebut diharapkan dapat membuat keberadaan usaha lebih mudah ditemukan sekaligus memberikan gambaran yang jelas kepada calon pembeli sebelum datang ke lokasi.
Pembeli Kini Lebih Mudah Menemukan Lokasi
Pemetaan digital memberikan perubahan cukup signifikan terhadap aksesibilitas UMKM Susu Kedelai Bu Tin. Masyarakat yang sebelumnya harus mengandalkan informasi dari warga sekitar kini dapat menggunakan petunjuk arah melalui Google Maps.
Calon pembeli dari luar Dusun Gagatan maupun wilayah Wonosegoro dapat menemukan lokasi usaha secara lebih mudah menggunakan ponsel.
Sebelum dilakukan pemetaan, konsumen yang belum mengetahui lokasi harus bertanya kepada warga sekitar. Setelah terdaftar di Google Maps, lokasi usaha dapat ditemukan melalui rute navigasi digital.
Sistem pemesanan juga menjadi lebih praktis. Nomor WhatsApp yang dicantumkan pada profil usaha memungkinkan calon pembeli menghubungi Bu Tin terlebih dahulu untuk menanyakan ketersediaan produk maupun melakukan pemesanan.
Digitalisasi tersebut sekaligus membuat profil produk menjadi lebih informatif. Foto produk, jam operasional, serta alamat yang lebih presisi dapat membantu membangun kepercayaan calon konsumen.
Keberadaan profil usaha di Google Maps tidak hanya memudahkan pembelian secara perseorangan, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi Susu Kedelai Bu Tin.
Produk tersebut berpotensi dipesan dalam jumlah lebih besar untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti pengajian, rapat RT, kegiatan warga, hingga acara keluarga.
Calon konsumen dapat menghubungi Bu Tin melalui nomor yang tersedia sebelum datang ke lokasi untuk memastikan ketersediaan produk dan jumlah pesanan.
Langkah sederhana ini menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM di pedesaan tidak selalu membutuhkan investasi besar. Pemanfaatan teknologi navigasi dan informasi digital dapat menjadi pintu masuk bagi usaha rumahan untuk memperluas jangkauan pasar.
Program mahasiswa KKN tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi lokal Desa Ketoyan. Dengan semakin mudah ditemukan secara digital, UMKM seperti Susu Kedelai Bu Tin diharapkan tidak hanya dikenal oleh warga sekitar, tetapi juga mampu menjangkau konsumen dari berbagai wilayah di Boyolali dan sekitarnya.
Digitalisasi lokasi menjadi langkah awal yang sederhana, namun memiliki potensi besar untuk mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan usaha mikro pedesaan di tengah perkembangan ekonomi berbasis teknologi.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





