SRAGEN, Jatengnews.id – Upaya pencegahan tuberkulosis (TBC) di tingkat desa terus diperkuat melalui edukasi kesehatan dan deteksi dini.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 76 Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar sosialisasi bertajuk “Sehat Bersama: Cegah TBC dengan PHBS dan Manfaatkan Mobile JKN” di Posbindu Melati 4, Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang diikuti 54 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan TBC melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, mahasiswa turut mengenalkan pemanfaatan layanan kesehatan digital melalui aplikasi Mobile JKN.
Bidan Desa Gilirejo Baru, Novia Sesbania, mengapresiasi kegiatan edukasi yang diberikan mahasiswa KKN-T 76 UNDIP. Menurutnya, materi yang disampaikan relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat sehingga dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kesadaran warga.
“Sosialisasi ini sangat bermanfaat karena materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat saat ini. Semoga melalui kegiatan ini masyarakat dapat menerapkan PHBS dan lebih peduli terhadap pencegahan TBC,” ujar Novia Sesbania.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) KKN-T 76 UNDIP menjelaskan berbagai hal mengenai TBC, mulai dari penyebab, cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, pentingnya deteksi dini, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga.
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta memastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik.
Langkah-langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari dalam menjaga kesehatan sekaligus menekan risiko penularan penyakit.
Tak hanya membahas TBC dan PHBS, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Pengenalan tersebut bertujuan membantu masyarakat memahami layanan kesehatan digital, termasuk informasi kepesertaan dan berbagai kebutuhan administrasi pelayanan kesehatan.
Antusiasme warga terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta aktif menanyakan berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti etika batuk, pentingnya ventilasi rumah, pemeriksaan bagi warga yang mengalami batuk berkepanjangan, hingga langkah yang perlu dilakukan ketika terdapat anggota keluarga dengan gejala yang mengarah pada TBC.
Bayan Desa Gilirejo Baru, Warsiti, turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN-T UNDIP. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa memberikan tambahan pengetahuan kesehatan bagi masyarakat melalui kegiatan Posbindu dan Posyandu.
“Kami sangat terkesan dengan kedatangan KKN UNDIP di desa ini karena sangat membantu dalam bidang kesehatan, salah satunya melalui sosialisasi mengenai TBC di kegiatan Posbindu dan Posyandu,” ujar Warsiti.
Selain memberikan edukasi, mahasiswa FKM KKN-T 76 UNDIP juga terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan Posbindu Melati 4 bersama kader kesehatan desa dan pihak Puskesmas Miri. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan promotif dan preventif yang telah berjalan di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel dahak bagi warga yang memenuhi kriteria skrining TBC. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung deteksi dini sehingga warga yang memiliki gejala atau indikasi TBC dapat memperoleh pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut melalui fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T 76 UNDIP berharap masyarakat Desa Gilirejo Baru semakin memahami pentingnya PHBS, mampu memanfaatkan layanan kesehatan digital secara optimal, serta tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.
Kegiatan edukasi dan skrining ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam memperkuat upaya promotif serta preventif di tingkat desa.
Dengan edukasi yang berkelanjutan dan dukungan terhadap deteksi dini, kesadaran masyarakat untuk mencegah serta mengendalikan TBC diharapkan semakin meningkat. Upaya tersebut menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih sehat dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan bersama.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi



