Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 101 mengajak siswa kelas V dan VI SD Negeri 1 Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, mengembangkan kreativitas melalui pelatihan ecoprint, Kamis (6/8/2026).
Pelatihan tersebut tidak hanya mengajarkan teknik membuat motif pada totebag, tetapi juga mengenalkan pemanfaatan daun dan bunga sebagai bahan alami yang dapat menghasilkan motif serta warna. Edukasi ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk mendorong pembelajaran kreatif sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN terlebih dahulu mengenalkan teknik ecoprint kepada para siswa. Ecoprint merupakan teknik menghasilkan motif pada kain dengan memanfaatkan bentuk dan pigmen alami dari tumbuhan, seperti daun dan bunga.
Setelah mendapatkan penjelasan, siswa mempraktikkan teknik tersebut secara langsung. Mereka memilih berbagai daun dan bunga yang tersedia, kemudian menyusunnya di atas totebag sesuai dengan ide dan kreativitas masing-masing.
Antusiasme siswa terlihat saat mereka mencoba mengombinasikan berbagai bentuk daun dan bunga untuk menghasilkan motif yang berbeda. Proses praktik tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa bahwa bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi karya yang menarik dan bernilai.
Koordinator Desa KKN MIT 22 Posko 101, Hamim Hidayat, mengatakan pelatihan ecoprint bertujuan mengenalkan potensi bahan alami yang berada di sekitar siswa.
“Kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa daun dan bunga yang ada di sekitar tidak hanya menjadi bagian dari alam, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami untuk menghasilkan warna dan motif pada kain. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat lebih kreatif sekaligus memahami bahwa lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Koordinator Divisi Sosial dan Kewirausahaan KKN MIT 22 Posko 101, Abdulloh Fatah. Menurutnya, ecoprint dapat menjadi media pembelajaran kreatif yang mengajarkan siswa mengolah bahan sederhana menjadi sebuah karya.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa bahwa bahan alami di sekitar dapat dimanfaatkan secara kreatif, salah satunya sebagai pewarna alami untuk menghasilkan motif dan warna pada kain,” ujarnya.
Pelatihan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala SD Negeri 1 Trimulyo, Sri Munasih, S.Pd., M.Pd. Ia mengapresiasi mahasiswa KKN yang telah memberikan pengalaman belajar baru kepada siswa melalui kegiatan yang memadukan kreativitas dan pemanfaatan lingkungan.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim KKN MIT 22 Posko 101 yang sudah melaksanakan kegiatan ecoprint di sekolah kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak karena mereka bisa belajar sambil berkarya, sekaligus mengenal bagaimana memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar,” ujar Sri Munasih.
Melalui pelatihan ecoprint tersebut, siswa SD Negeri 1 Trimulyo memperoleh pengalaman langsung dalam membuat karya sekaligus belajar mengenali manfaat bahan alami di lingkungan sekitar.
Bagi mahasiswa KKN MIT 22 Posko 101, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pembelajaran yang kreatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Selain mengasah keterampilan, ecoprint diharapkan dapat mendorong siswa melihat lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi dan bahan yang dapat dimanfaatkan secara positif.
Penulis: Tim KKN UIN Walisongo Posko 101
Editor: R. D. Pramesti




