SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 84 Universitas Diponegoro (UNDIP) membekali generasi muda dengan keterampilan ekonomi digital melalui edukasi pembuatan dan pemasaran produk digital.
Kegiatan yang digelar pada 12 Agustus 2026 tersebut menyasar anggota Karang Taruna Dusun Bengkle, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Dalam pelatihan ini, peserta diajak belajar membuat produk digital sederhana menggunakan Canva hingga memasarkannya melalui platform Lynk.id.
Program tersebut digagas oleh Anisa Jilan Nafisa, mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis UNDIP, bersama tim KKN-T 84 yang bertugas di Desa Gebugan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T ingin membuka wawasan pemuda desa mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan tanpa membutuhkan modal besar. Produk digital dinilai memiliki potensi karena dapat dibuat dan dipasarkan secara daring dengan memanfaatkan perangkat yang sudah dimiliki masyarakat.
“Peluang usaha di era digital semakin beragam. Kami ingin teman-teman Karang Taruna Dusun Bengkle mengetahui bahwa mereka juga bisa memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi,” kata Anisa.
Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan proses pembuatan buku mewarnai anak menggunakan Canva. Mahasiswa memberikan pendampingan mulai dari menentukan ukuran desain A4, memilih dan menambahkan elemen gambar, mengolah gambar menjadi bentuk garis yang dapat diwarnai, hingga menyusun hasil akhir dalam format PDF.
Setelah produk selesai dibuat, peserta kemudian diajak mengenal Lynk.id sebagai salah satu platform yang dapat digunakan untuk menjual produk digital melalui satu tautan.
Peserta mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan akun, menambahkan produk, menulis deskripsi, menentukan harga, hingga membagikan tautan produk kepada calon pembeli.
Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai strategi promosi sederhana dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram, WhatsApp, dan TikTok.
“Kami ingin teman-teman Karang Taruna Dusun Bengkle tahu bahwa membuat usaha itu tidak harus dengan modal besar. Dengan smartphone dan aplikasi gratis seperti Canva, mereka sudah dapat membuat produk digital dan menjualnya sendiri lewat Lynk.id,” ujar Anisa.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah anggota Karang Taruna yang sebelumnya belum familiar dengan konsep produk digital turut aktif mengikuti praktik, mulai dari membuat desain hingga mencoba mengunggah produk ke akun Lynk.id.
Bagi mahasiswa KKN-T 84, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengenalkan aplikasi, tetapi juga memberikan pengalaman praktis agar peserta mampu menjalankan proses usaha digital secara mandiri.
Dengan keterampilan tersebut, pemuda Dusun Bengkle diharapkan dapat mengembangkan berbagai produk digital lain sesuai kreativitas dan kebutuhan pasar. Produk seperti template, lembar kerja, desain, hingga materi edukasi dapat menjadi peluang usaha yang dikembangkan secara bertahap.
Mahasiswa KKN-T 84 UNDIP berharap edukasi ini dapat menjadi bekal jangka panjang bagi Karang Taruna Dusun Bengkle. Setelah program KKN berakhir, peserta diharapkan mampu melanjutkan praktik pembuatan dan pemasaran produk digital secara mandiri sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai sarana menciptakan peluang ekonomi baru di desa.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





