KARANGANYAR, Jatengnews.id – Kenaikan harga material bangunan tidak mengubah target pelaksanaan proyek infrastruktur jalan di Kabupaten Karanganyar pada 2026.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU PR) memastikan volume pekerjaan utama tetap sesuai perencanaan, sementara penyesuaian hanya dilakukan pada pekerjaan pendukung.
Kepala DPU PR Karanganyar, Asihno Purwadi, mengatakan saat ini sembilan paket pekerjaan jalan yang didanai melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah telah memasuki proses pengadaan.
“Semua sudah masuk proses. Tinggal menunggu saja,” kata Asihno, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, seluruh paket tersebut ditargetkan telah berkontrak pada Juli 2026 sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun.
Menurut Asihno, kenaikan harga material tidak berdampak pada target panjang jalan yang akan dikerjakan. Penyesuaian hanya dilakukan pada pekerjaan minor, seperti pembangunan saluran drainase dan talud, tanpa mengurangi pekerjaan utama.
“Targetnya tidak berubah. Yang dikurangi hanya pekerjaan minor, bukan pekerjaan utama. Untuk pekerjaan utama tetap sesuai target karena harus melalui koordinasi dan persetujuan pihak terkait,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan strategi DPU PR untuk menjaga kualitas dan volume pekerjaan utama agar tetap sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Asihno menyebutkan, sembilan paket pekerjaan yang telah ditenderkan memiliki nilai sekitar Rp49 miliar. Sementara itu, secara keseluruhan terdapat 32 paket proyek infrastruktur yang direncanakan pada tahun ini. Sejumlah paket lainnya masih menunggu penyelesaian administrasi dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Karanganyar dengan prioritas pada ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Pekerjaan meliputi pelapisan ulang (overlay), peningkatan konstruksi jalan, hingga perubahan jenis perkerasan dari aspal menjadi beton di sejumlah ruas sesuai hasil perencanaan.
“Perubahan dari aspal ke beton memang sudah direncanakan sejak awal agar ke depan lebih kuat dan aman. Jadi bukan karena adanya kenaikan harga material,” tandasnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N


