Mahasiswa KKN Undip Edukasi UMKM Jerukan Manfaatkan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Kompor

Program ini menyasar pelaku UMKM, pemilik usaha rumahan, hingga kelompok usaha masyarakat di Desa Jerukan.

BOYOLALI, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta usaha rumahan untuk lebih kreatif dalam mengelola limbah rumah tangga.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai bahan bakar kompor. Program ini menyasar pelaku UMKM, pemilik usaha rumahan, hingga kelompok usaha masyarakat di Desa Jerukan.

Program tersebut berangkat dari perhatian mahasiswa KKN terhadap masih banyaknya limbah minyak jelantah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Minyak bekas penggunaan rumah tangga maupun kegiatan usaha umumnya hanya dibuang, padahal dengan pengelolaan yang tepat dapat dimanfaatkan kembali menjadi sumber energi alternatif.

Mahasiswa KKN kemudian mengembangkan inovasi berupa kompor berbahan bakar minyak jelantah sebagai salah satu solusi untuk mengurangi limbah sekaligus membantu menekan biaya produksi bagi pelaku usaha.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, sebagian pelaku UMKM dan usaha rumahan di Desa Jerukan masih belum menerapkan pemanfaatan limbah secara efisien, khususnya minyak jelantah.

Minyak jelantah yang sudah tidak digunakan cenderung dibuang begitu saja. Jika dilakukan secara terus-menerus tanpa pengelolaan yang tepat, kondisi tersebut berpotensi menambah pencemaran lingkungan.

Di sisi lain, keterbatasan pengetahuan mengenai metode pengolahan membuat masyarakat belum banyak memanfaatkan minyak jelantah sebagai sesuatu yang memiliki nilai guna.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN berupaya memperkenalkan pendekatan yang lebih aplikatif dan mudah dipahami masyarakat. Salah satunya melalui pengenalan kompor minyak jelantah yang dapat menjadi alternatif pemanfaatan limbah rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai potensi minyak jelantah serta cara pemanfaatannya melalui inovasi kompor minyak jelantah.

Kompor dirancang dengan konsep sederhana dan praktis agar lebih mudah dipahami dan digunakan masyarakat. Meski demikian, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tetap menjadi perhatian dalam pengembangan dan pengoperasiannya.

Mahasiswa juga memberikan unit kompor hasil inovasi kepada masyarakat sebagai contoh nyata pengelolaan limbah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Tidak hanya memberikan alat, mahasiswa turut memberikan logbook serta arahan terkait pengoperasian kompor. Pendampingan tersebut dilakukan agar masyarakat memahami prosedur penggunaan alat dengan baik serta dapat memanfaatkannya secara tepat dan aman.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki gambaran langsung mengenai penerapan teknologi sederhana dalam pengelolaan limbah rumah tangga.

Dorong Efisiensi dan Kepedulian Lingkungan

Program pemanfaatan minyak jelantah ini diharapkan dapat membuka wawasan pelaku UMKM dan masyarakat Desa Jerukan mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara kreatif dan tepat guna.

Selain membantu mengurangi penumpukan limbah rumah tangga, pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar alternatif juga diharapkan dapat memberikan peluang efisiensi biaya bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan bahan bakar dalam proses produksinya.

Mahasiswa KKN Tim II Undip berharap inovasi tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi sederhana yang memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan.

Dengan demikian, limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diarahkan menjadi sumber daya yang lebih bernilai, sekaligus mendukung pengembangan UMKM dan usaha rumahan yang lebih efisien serta ramah lingkungan di Desa Jerukan.


Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN