UNGARAN, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 26 Universitas Diponegoro (Undip) mendorong pemuda Karang Taruna RW 15, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, untuk kembali mengembangkan budidaya ikan lele di lahan terbatas.
Dorongan tersebut diwujudkan melalui program edukasi bertajuk “Edukasi Efisiensi dan Efektivitas Manajemen Pemberian Pakan Ikan Lele: Kunci Sukses Budidaya di Lahan Terbatas” yang digelar pada 12 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program KKN-T IDBU 26 Undip yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lingkungan sekitar. Sasaran utama kegiatan adalah anggota Karang Taruna RW 15 yang memiliki ketertarikan terhadap budidaya ikan dalam galon atau Budikdalon.
Mahasiswa KKN-T melihat adanya peluang besar untuk mengembangkan budidaya lele meski masyarakat memiliki keterbatasan lahan. Melalui metode yang sederhana dan tepat, pekarangan rumah dapat dimanfaatkan menjadi ruang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.
Program edukasi tersebut juga dilatarbelakangi pengalaman warga RW 15 yang sebelumnya pernah menjalankan budidaya lele, tetapi belum memperoleh hasil optimal. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah pengelolaan pakan yang kurang tepat sehingga biaya produksi meningkat dan pertumbuhan ikan tidak maksimal.
Ketua RT 01, Andre, menyampaikan bahwa warga sebenarnya memiliki antusiasme untuk menjalankan budidaya lele. Namun, pengalaman kegagalan membuat kegiatan tersebut sempat berhenti.
“Di lingkungan RW 15, khususnya RT 01, kami pernah antusias menjalankan budidaya lele. Namun, hasil panen cukup mengecewakan dan merugi karena manajemen pemberian pakan yang kurang baik,” ujar Andre.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU 26 Undip kemudian memberikan edukasi mengenai teknik pemberian pakan yang lebih efisien dan efektif.
Materi disampaikan oleh Muhammad Afzaal, mahasiswa Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip. Ia mengajak para pemuda memahami bahwa keberhasilan budidaya lele tidak hanya ditentukan oleh wadah dan benih, tetapi juga oleh manajemen pakan dan kualitas air.
“Karang Taruna adalah ujung tombak perubahan. Jika kalian paham, maka seluruh RW 15 akan paham. Mari kita bangkitkan kembali budidaya lele di galon dengan strategi pakan yang efisien dan efektif,” kata Afzaal.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai jadwal pemberian pakan, takaran pakan yang sesuai, hingga pemanfaatan probiotik untuk membantu menjaga kualitas air dan mengelola sisa pakan.
Mahasiswa KKN-T juga memperkenalkan maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai alternatif pakan. Pemanfaatan maggot diperkenalkan sebagai salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial sekaligus memanfaatkan limbah organik rumah tangga.
Peserta kemudian diajak memahami strategi pemberian pakan kombinasi antara pelet dan maggot secara bertahap sesuai kebutuhan ikan. Edukasi dilengkapi dengan simulasi sederhana agar anggota Karang Taruna dapat menghitung kebutuhan pakan serta memperkirakan biaya produksi.
Ketua Karang Taruna RW 15, Dimas, menyambut baik program yang diberikan mahasiswa KKN-T IDBU 26 Undip. Ia menilai edukasi tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan.
“Kami sangat antusias karena materi yang diberikan sangat aplikatif. Selama ini kami hanya tahu budidaya biasa, sekarang kami punya bekal untuk mengelola pakan dengan cerdas,” ujar Dimas.
Ia berharap Karang Taruna dapat menjadi penggerak untuk menghidupkan kembali budidaya ikan dalam galon di lingkungan RW 15.
“Kami bertekad menjadi percontohan dan akan segera menyosialisasikan ilmu ini kepada seluruh warga. Budikdalon akan kami hidupkan kembali,” tambahnya.
Sementara itu, Felisya Putri, anggota Karang Taruna RW 15, mengatakan kegiatan KKN-T tersebut memberikan pemahaman bahwa kegagalan budidaya sebelumnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk mencoba kembali dengan teknik yang lebih tepat.
Menurutnya, pemanfaatan lahan terbatas untuk budidaya lele juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T IDBU 26 Undip tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendorong pemuda menjadi penggerak di lingkungan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada warga lain sehingga manfaat program KKN dapat berkelanjutan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
Program tersebut sekaligus mendukung sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama peningkatan ketahanan pangan, pemanfaatan lingkungan secara produktif, serta pengelolaan sumber daya dan limbah secara lebih bertanggung jawab.
Dengan adanya edukasi ini, KKN-T IDBU 26 Undip berharap semangat budidaya lele di RW 15 kembali tumbuh. Dari lahan terbatas dan wadah sederhana, masyarakat didorong untuk menciptakan sumber pangan sekaligus peluang ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





