Semarang, JatengNews.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 108 turut meramaikan Pasar Ngabei di RT 03 RW 04 Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Minggu (9/8/2026).
Mahasiswa menggelar senam bersama warga sekaligus ikut berjualan makanan tradisional berupa blendung atau grontol.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan Pasar Ngabei yang rutin digelar setiap bulan.
Senam bersama menjadi rangkaian pembuka kegiatan. Tim KKN dari Divisi Kesehatan dan Lingkungan (Kesling) mengajak warga, khususnya ibu-ibu, untuk berolahraga bersama di area Pasar Ngabei.
Koordinator Divisi Kesling, Bintara Yudha Pratama, mengatakan antusiasme warga menjadi salah satu hal yang menarik selama kegiatan berlangsung.
“Senam di Pasar Ngabei, ibuknya sangat excited dalam mengikuti acara senam. Suasananya juga sangat ramai saat kegiatan dilakukan walaupun hanya dilakukan di wilayah RT/RW,” ungkap Bintara.
Antusiasme warga juga terlihat dari keikutsertaan mereka dalam mengikuti gerakan senam. Salah satu peserta, Faiza, bahkan mendapatkan doorprize setelah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
“Harapannya setiap kali Pasar Ngabei harus ada senam supaya lebih sehat dan semangat,” ujarnya.
KKN UIN Walisongo Ikut Berjualan Grontol
Setelah kegiatan senam, mahasiswa KKN Posko 108 turut meramaikan pasar melalui Divisi Kewirausahaan (KWU). Mahasiswa tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga ikut berjualan makanan tradisional berupa blendung atau grontol.
Koordinator Divisi KWU, Dimas Purwo Kuswono, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan jual-beli dilakukan untuk membangun interaksi sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengikuti aktivitas ekonomi masyarakat.
Blendung dipilih karena dinilai sesuai sebagai menu sarapan setelah kegiatan senam. Olahan berbahan dasar jagung tersebut juga relatif mudah dibuat dan membutuhkan biaya produksi yang terjangkau.
Blendung disajikan dengan parutan kelapa dan tambahan gula sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih. Produk tersebut ditawarkan kepada pengunjung Pasar Ngabei, mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak.
“Respons masyarakat menerima dengan baik, dan katanya enak, karena ada sensasi manis dan gurih kelapa yang nikmat,” ujar Dimas.
Salah satu pembeli, Ali Hidayat, memberikan tanggapan setelah mencicipi blendung yang dijual mahasiswa KKN.
“Enak jagungnya manis alami, dan kakaknya ramah. Tapi ada gula dan itu pakai gula pasir, lebih enak kalau pakai gula jawa,” ungkapnya.
Masukan tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk mengenal selera konsumen secara langsung.
Keterlibatan dalam kegiatan jual-beli tidak hanya menjadi bagian dari program kerja, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar berinteraksi dengan masyarakat dan menerima tanggapan terhadap produk yang ditawarkan.
Warga Dukung Kegiatan KKN
Keterlibatan mahasiswa KKN dalam Pasar Ngabei juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu anggota masyarakat, Khirotun, turut memberikan dukungan kepada mahasiswa selama menjalankan kegiatan KKN di Desa Jogoloyo.
“Semoga KKN-e lancar sampai bar, dan dimudahkan pas menjalankan prokerre. Semoga sukses selalu sampai rampung,” pesannya.
Bagi mahasiswa KKN MIT-22 Posko 108, keterlibatan dalam Pasar Ngabei menjadi ruang untuk mengimplementasikan program kerja sekaligus berbaur dengan masyarakat.
Divisi Kesling berkontribusi melalui kegiatan senam bersama untuk mendorong kebiasaan hidup sehat, sementara Divisi KWU terlibat dalam aktivitas ekonomi pasar dengan memperkenalkan makanan tradisional berupa blendung atau grontol.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Jogoloyo. Partisipasi dalam Pasar Ngabei diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Penulis: Tim KKN UIN Walisongo Posko 108
Editor: R. D. Pramesti



