SEMARANG, Jatengnews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah (Jateng) mengonfirmasi adanya satu kasus super flu atau infeksi virus influenza A (H3N2) subklad K di wilayah Jateng, Rabu (7/1/2025).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI selama tahun 2025 hingga bulan Desember kemarin, ada 62 kasus infeksi influenza A (H3N2) subclade.
Baca juga : Kuasa Hukum Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan Penipuan di Karanganyar
Detail datan tersebut sebagai berikut, Jawa Timur 23 kasus, Kalimantan Selatan 18 kasus, Jawa Barat: 10 kasus, Sumatera Selatan 5 kasus, Sumatera Utara 3 kasus, Jawa Tengah 1 kasus, Sulawesi Utara: 1 kasus, DI Yogyakarta: 1 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, dr. Irma Makiah, membenarkan adanya temuan super flu di Jateng tersebut. Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik menghadapi temuan kasus tersebut.
“Iya, ada satu kasus. [Asal dan usia?] Ya rahasia to, intinya, sudah enggak apa-apa, sudah aman,” kata Irma kepada awak media, Rabu (7/1/2026).
Kasus super flu ini pertama kali terdeteksi melalui pemeriksaan surveilans rutin influenza pada rumah sakit sentinel di RSUP dr. Kariadi Semarang.
Pasien diketahui menjalani pengambilan sampel setelah mengalami gejala klinis menyerupai flu berat. Hasil uji laboratorium kemudian mengonfirmasi adanya varian influenza A (H3N2) subklad K.
Karena merupakan rumah sakit rujukan pengawasan penyakit menular, RSUP dr. Kariadi menjadi lokasi pemeriksaan laboratorium lanjutan sebelum laporan temuan tersebut disampaikan ke Dinkes Jateng.
Irma membenarkan bahwa penanganan sampel dilakukan di RSUP dr. Kariadi Semarang.
Kendati ada temuan kasus, Irma menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Ia mengimbau warga tetap menjaga kewaspadaan serta meningkatkan daya tahan tubuh.
“Waspada perlu, tapi tak usah panik. Super flu bukan terminologi medis. Penularan memang cepat, tapi risikonya tak berbahaya Covid-19,” jelasnya.
Menurut Irma, gejala super flu tidak jauh berbeda dengan flu biasa, seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.
Baca juga : Efek Samping Vaksin Covid Astrazeneca yang Meresahkan
“Segi penularan, rentan untuk HIV/AIDS, orangtua. Komorbid, tergantung kondisinya, kalau imunitasnya bagus, ya aman,” ucapnya. (03)



