26 C
Semarang
, 5 Maret 2026
spot_img

Pemkab/Pemkot se-Jateng Satukan Langkah Jadikan Jawa Tengah Lumbung Pangan Nasional

Upaya pencapaian target tersebut akan didorong melalui optimalisasi lahan pertanian, pendampingan petani dan peternak, serta pemanfaatan teknologi dan data statistik yang terintegrasi.

SOLO, Jatengnews.id  – Pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyatukan langkah untuk mengokohkan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional pada 2026.

Keseriusan tersebut ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, yang digelar di Sumaryo Grand Ballroom, The Sunan Hotel Surakarta.

Penandatanganan komitmen ini dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Panglima Kodam IV/Diponegoro, Kapolda Jawa Tengah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, serta seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah.

Baca juga: Pemkab Karanganyar Evaluasi Total MBG

Melalui komitmen tersebut, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan instansi terkait memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga kesinambungan produksi, distribusi, serta ketersediaan pangan di tengah dinamika global.

Sejumlah target strategis ditetapkan untuk tahun 2026, antara lain produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG), jagung 3,7 juta ton, dan tebu 4,4 juta ton. Dari sektor peternakan, Jawa Tengah menargetkan produksi daging 942.497 ton, susu 76.570 ton, serta telur 917.863 ton.

Upaya pencapaian target tersebut akan didorong melalui optimalisasi lahan pertanian, pendampingan petani dan peternak, serta pemanfaatan teknologi dan data statistik yang terintegrasi.

“Komitmen ini bukan sekadar penandatanganan, tetapi langkah nyata untuk memastikan Jawa Tengah tetap menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional,” menjadi penegasan dalam kegiatan tersebut.

Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan bahwa daerahnya siap menjadi bagian penting dalam agenda besar tersebut.

“Kami mendukung penuh Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional. Kebijakan pemerintah pusat yang berpihak pada petani terbukti memberikan hasil positif,” kata Rober kepada Jatengnews.id, Sabtu (17/1/2026).

Ia menyebutkan, kebijakan penurunan harga pupuk serta pembenahan tata kelola distribusi sarana produksi pertanian telah meningkatkan produktivitas petani di lapangan.

“Dampaknya nyata, produksi beras nasional mencapai 34,77 juta ton dan Bulog mencatat surplus 3,4 juta ton. Ini sinyal kuat bahwa ketahanan pangan kita berada di jalur yang benar,” tegasnya.

Baca juga: Pemkab Karanganyar Pantau Kesiapan Pospam Nataru

Menurut Rober, Kabupaten Karanganyar saat ini memiliki luas lahan sawah 20.726 hektare dan menargetkan Luas Tambah Tanam (LTT) 2025 sebesar 57.854 hektare. Realisasi LTT bahkan mencapai 59.574 hektare atau melampaui target.

“Produksi padi Karanganyar mencapai 366.198 ton dengan produktivitas 6,147 ton per hektare dan surplus beras 154.193 ton. Ini menjadi kontribusi nyata kami untuk Jawa Tengah dan nasional,” pungkasnya.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN