SEMARANG, Jatengnews.id – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Gratia Choir dari Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya wakil Indonesia pada Grand Final European Grand Prix (EGP) for Choral Singing 2026.
Dalam ajang yang berlangsung pada 18 April 2026 di Maribor, Slovenia tersebut, mereka membawakan enam repertoar, termasuk karya John August Pamintuan, Felix Mendelssohn Bartholdy, hingga aransemen Kristian Kevin untuk lagu Balleilakka.
Berbeda dengan kompetisi umum, EGP menerapkan sistem undangan tertutup yang hanya mempertemukan para juara dunia. Hanya pemenang Grand Prix dari enam seri kompetisi di Eropa—Varna, Arezzo, Jurmala, Tolosa, Maribor, dan Debrecen yang berhak melaju ke babak final. Alhasil, panggung megah ini setiap tahunnya hanya menampilkan enam paduan suara terbaik di dunia.
Gratia Choir mengamankan tiket ke panggung bergengsi ini setelah menyabet gelar Grand Prix Winner pada 43rd International Choir Competition Prof. Georgi Dimitrov di Varna, Bulgaria, September 2025 lalu.
Kepala Lembaga Pengembangan Mahasiswa dan Alumni (LPMA) SCU, YB. Dwi Setianto, MCs, menegaskan ketatnya proses seleksi yang berbasis portofolio prestasi. “Satu negara maksimal hanya boleh mengirimkan dua tim,” ujarnya.
Namun, ia menambahkan bahwa dalam praktiknya, setiap negara biasanya hanya mengirimkan satu wakil. Konduktor Gratia Choir, Alfonso Andika Wiratma, memperkuat pernyataan tersebut dengan menyebut bahwa di seri Varna sekalipun, belum pernah ada satu negara yang meloloskan dua tim sekaligus.
Capaian ini menempatkan Gratia Choir dalam kelompok elit paduan suara Indonesia yang pernah menembus final EGP. Keberhasilan ini merupakan buah dari persiapan panjang sejak akhir 2024, mulai dari audisi ketat hingga latihan intensif selama setahun penuh. Sebagai pemanasan, mereka juga sukses menggelar konser pra-kompetisi bertajuk “Pawanjana: Gema Jiwa Membara” di Kampus 1 SCU Bendan pada 12 April 2026.
Usai berlaga di final EGP, Gratia Choir melanjutkan perjalanan ke Austria untuk menggelar konser “Echoes of Joy” di Gereja St. Peterskirche Wina pada 19 April 2026. Dukungan penuh mengalir dari KBRI Wina, di mana Minister Counselor Shabda Tian menyambut langsung kedatangan tim di sana.
Anggota Gratia Choir, Albertus Julian, mengaku pencapaian ini melampaui ekspektasi awal tim. “Ini adalah titik tertinggi Gratia Choir sejak memulai debut internasional pada 2016 di Singapura,” ungkapnya. Sebagai finalis EGP 2026, Gratia Choir tidak sekadar melanjutkan tradisi prestasi, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia di puncak peta paduan suara dunia. (01).



