KARANGANYAR, Jatengnews.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar menemukan delapan kasus positif campak dari 55 kasus suspek yang dipantau. Sebagian besar pasien memiliki riwayat imunisasi tidak lengkap.
“Dari 55 kasus suspek, delapan terkonfirmasi positif campak,” ujar Plt Kepala Dinkes Karanganyar drg. Dwi Rusharyanti, Rabu (1/4/2026).
Enam pasien sempat dirawat inap, namun hanya rawat biasa dan tidak memerlukan ICU. Semua pasien kini membaik.
Hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan, gejala campak lebih ringan pada pasien dengan imunisasi lengkap dibanding yang tidak lengkap. Secara umum, cakupan imunisasi di Karanganyar telah mencapai target pemerintah, meski belum 100 persen.
Masih ada sebagian masyarakat yang menolak imunisasi, terutama karena faktor keyakinan dan kehalalan vaksin.
“Kami terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi melalui program rutin dan lintas sektor,” tambah Dwi.
Vaksin campak diberikan pertama pada usia 9 bulan, kedua pada 18 bulan, dan dosis ketiga melalui program imunisasi sekolah di kelas 1–2 SD.(02)



