Kenalkan Emosi Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Siswa SD Belajar Lewat Film Inside Out

Pendekatan visual dipilih agar materi lebih mudah dipahami sekaligus membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan interaktif.

BATANG, Jatengnews.id – Mengenali emosi sejak usia dini menjadi salah satu bekal penting bagi anak dalam membangun hubungan sosial dan menghadapi berbagai situasi sehari-hari.

Melihat pentingnya hal tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar kegiatan psikoedukasi pengenalan emosi bagi siswa-siswi SD Negeri Kebumen, Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Sosial Kemasyarakatan Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora (Soshum) bertajuk “Sinergi Humani di Ruang Siber dan Sosial”. Psikoedukasi dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak, yakni menggunakan media visual dan karakter dari film Inside Out.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN mengajak anak-anak mengenali berbagai emosi dasar, seperti senang, sedih, marah, takut, dan jijik. Pendekatan visual dipilih agar materi lebih mudah dipahami sekaligus membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan interaktif.

Kegiatan diawali dengan pemutaran cuplikan film Inside Out yang menampilkan karakterisasi berbagai emosi. Setelah itu, siswa diajak mengikuti diskusi kelompok kecil untuk membicarakan pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan perasaan yang mereka alami.

Mahasiswa juga membimbing siswa untuk memahami bahwa setiap emosi merupakan sesuatu yang wajar. Anak-anak diajak mengenali apa yang mereka rasakan, memahami penyebabnya, serta belajar mengungkapkan perasaan dengan cara yang tepat.

“Melalui karakter-karakter yang mereka kenal dari film, anak-anak jadi lebih mudah memahami bahwa semua emosi itu wajar dan boleh dirasakan. Kami membimbing mereka mengaitkan peristiwa yang pernah dialami dengan emosi yang muncul, supaya ke depannya mereka lebih terbuka menceritakan perasaannya,” ujar Nisrina.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti diskusi, hingga menceritakan pengalaman pribadi ketika merasakan emosi tertentu.

Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa KKN turut menyiapkan poster pengenalan emosi dengan tampilan visual yang sederhana dan menarik bagi anak-anak. Media tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengingat kembali materi yang telah disampaikan setelah kegiatan berakhir.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari orang tua siswa. Salah seorang orang tua mengaku melihat perubahan positif setelah anaknya mengikuti kegiatan tersebut.

“Anak saya jadi lebih berani bilang kalau lagi sedih atau kesal, biasanya cuma diam saja. Terima kasih untuk adik-adik mahasiswa yang sudah mengajarkan hal sebaik ini,” tuturnya.

Psikoedukasi pengenalan emosi tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UNDIP dalam mendorong kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental sejak usia dini.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis anak. Selain itu, kegiatan juga selaras dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan pembelajaran sosial dan emosional sejak dini.

Melalui kegiatan sederhana yang dikemas secara kreatif, mahasiswa KKN UNDIP berharap anak-anak Desa Kebumen semakin mampu mengenali, memahami, dan mengekspresikan emosinya secara sehat. Kesadaran emosional yang dibangun sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih terbuka, percaya diri, dan mampu berinteraksi secara positif dengan lingkungan.







Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN