BOYOLALI, Jatengnews.id – Pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Melihat pentingnya hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menggelar edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat Dusun Repaking, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali, pada 9 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan mengelola sampah sejak dari rumah, mulai dari mengenali jenis sampah, melakukan pemilahan, hingga memanfaatkan Bank Sampah sebagai sarana pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menggunakan media infografis untuk menyampaikan materi secara sederhana dan menarik. Infografis memuat informasi mengenai Bank Sampah, jenis-jenis sampah, tata cara pemilahan, serta pengenalan sejumlah kebiasaan masyarakat Jepang dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Salah satu materi yang diperkenalkan adalah tiga konsep kebiasaan masyarakat Jepang, yakni gomi bunbetsu, souji, dan mottainai. Gomi bunbetsu merupakan kebiasaan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Sementara itu, souji berkaitan dengan kebiasaan menjaga kebersihan, sedangkan mottainai menggambarkan sikap untuk tidak menyia-nyiakan sesuatu yang masih dapat digunakan.
Ketiga konsep tersebut diperkenalkan sebagai contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap barang yang masih memiliki manfaat menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
Selain mengenalkan kebiasaan tersebut, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai berbagai jenis sampah yang dihasilkan dalam aktivitas rumah tangga. Masyarakat diperkenalkan dengan sampah organik, anorganik, residu, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3).
Pemahaman mengenai jenis sampah dinilai penting agar masyarakat dapat melakukan pemilahan dengan tepat sejak dari sumbernya. Sampah yang telah dipisahkan kemudian dapat dikelola sesuai karakteristiknya sehingga tidak seluruhnya berakhir sebagai sampah tercampur.
Mahasiswa KKN juga memberikan panduan praktis dalam melakukan pemilahan. Sampah seperti botol dan kaleng yang akan dikumpulkan dapat dibersihkan dan dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan bersama sampah sejenis.
Sampah yang sudah dipilah selanjutnya dapat disetorkan ke Bank Sampah untuk ditimbang dan dicatat. Dengan mekanisme tersebut, sampah rumah tangga yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat menjadi salah satu sumber tambahan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Keberadaan Bank Sampah juga memiliki manfaat yang lebih luas. Selain membantu mengurangi jumlah sampah yang tercampur, pengelolaannya dapat memberikan manfaat dari sisi lingkungan, ekonomi, sosial, maupun pendidikan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip turut mendorong agar pengelolaan Bank Sampah di Dusun Repaking dapat berjalan lebih optimal. Edukasi diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga dimulai dengan memilah dan mengelolanya secara bertanggung jawab.
Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta tujuan ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Melalui edukasi yang dikemas secara visual dan mudah dipahami, mahasiswa KKN berharap kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan rumah tangga. Dari memilah, mengumpulkan, hingga menyetorkan sampah ke Bank Sampah, langkah sederhana tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan Dusun Repaking yang lebih bersih sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





