SEMARANG, Jatengnews.id – Ratusan peserta menghidupkan kembali jejak ulama besar Nusantara melalui Kirab Budaya KH Sholeh Darat di Kota Semarang, Minggu (19/4/2026). Rombongan kirab mulai bergerak sejak pukul 08.00 WIB dari Kampung Melayu menuju Lapangan Kuningan, melintasi sejumlah bangunan bersejarah yang mempertegas nilai historis sang “Maha Guru Ulama Nusantara”.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa kebudayaan harus menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan bangsa. Menurutnya, tantangan bangsa saat ini telah bergeser dari perlawanan fisik ke perlawanan terhadap dominasi ekonomi kapitalis.
“Hanya kebudayaan yang akan menguatkan kita dalam mempertahankan NKRI. Hari ini, secara ekonomi kita menghadapi penjajahan dari para pemilik modal besar. Tanpa modal, orang sulit berusaha, sekolah, bahkan hidup sehat,” ujar Agustina.
Ia meyakini bahwa penguatan budaya lokal melalui kegiatan seperti kirab ini mampu menjaga perputaran uang tetap berada di tangan masyarakat bawah.
“Hanya kebudayaan yang bisa menahan penjajahan ekonomi. Kegiatan seperti ini membuat perekonomian berputar di sini; dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” tegasnya.
Senada dengan Wali Kota, Ketua PCNU Kota Semarang, Anasom, menyoroti geliat ekonomi yang tampak nyata di sepanjang rute kirab. Ia melihat antusiasme pedagang kaki lima dan UMKM lokal sebagai dampak positif dari kegiatan religius-kultural ini.
Anasom juga membedah strategi perjuangan KH Sholeh Darat yang menggunakan pendekatan budaya untuk membangun nasionalisme.
“Beliau menggunakan bahasa Jawa dalam kitab-kitabnya. Ini adalah strategi luar biasa untuk melawan kolonialisme Belanda sekaligus mempermudah masyarakat memahami ajaran Islam,” jelas Anasom.
Ia menambahkan bahwa pemikiran KH Sholeh Darat telah menginspirasi tokoh-tokoh besar seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, hingga R.A. Kartini. Oleh karena itu, ia mendorong generasi muda untuk tetap mencintai budaya lokal agar tidak tergerus arus globalisasi.
Dukungan Gelar Pahlawan Nasional
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menjelaskan bahwa kirab ini merupakan bagian dari rangkaian Haul KH Sholeh Darat. Pemerintah Kota Semarang saat ini sedang aktif mengusulkan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional.
“Kami sedang mengusulkan beliau untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Rangkaian kegiatan mulai dari pengajian hingga kirab ini bertujuan agar masyarakat memahami sejarah dan besarnya jasa beliau bagi Indonesia,” pungkas Indriyasari.
Kegiatan ini membuktikan bahwa sosok KH Sholeh Darat bukan hanya milik kalangan pesantren, melainkan tokoh pemersatu yang mampu menggerakkan ekonomi dan menjaga identitas budaya warga Semarang. (01).



