Mohammad Saleh Ingatkan Pemprov Jateng Waspadai Dampak Kemarau Panjang

Penanganan kemarau perlu dibarengi langkah jangka panjang seperti pembangunan embung, perbaikan saluran irigasi, dan penghijauan kawasan resapan air.

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh. Ia menilai kesiapan sejak dini penting dilakukan agar dampak kekeringan tidak mengganggu kehidupan masyarakat secara luas.

Menurut Saleh, ancaman kemarau panjang bukan hanya berdampak pada ketersediaan air bersih, tetapi juga dapat memengaruhi sektor pertanian dan meningkatkan risiko kebakaran hutan maupun lahan.

“Langkah antisipasi harus dilakukan mulai sekarang supaya dampaknya tidak semakin besar,” kata Saleh di Semarang.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, sebagian besar wilayah Jawa Tengah mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Musim kering tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dibanding biasanya, yakni sekitar empat hingga lima bulan.

Menyikapi hal tersebut, Saleh meminta pemerintah daerah segera memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Dengan pemetaan tersebut, langkah penanganan dinilai dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Ia juga mendorong kesiapan distribusi air bersih bagi masyarakat di daerah terdampak. Menurutnya, kebutuhan dasar warga harus menjadi prioritas utama selama musim kemarau berlangsung.

Di bidang pertanian, Saleh menilai pemerintah perlu memperkuat sistem irigasi dan pengelolaan cadangan air guna menjaga produktivitas pertanian. Pendampingan kepada petani juga dianggap penting agar sektor pangan tetap stabil di tengah ancaman cuaca kering.

Selain itu, ia mengingatkan potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan saat intensitas panas semakin tinggi. Karena itu, koordinasi antarinstansi diminta lebih diperkuat untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Saleh turut mengajak masyarakat berperan aktif dalam menghadapi musim kemarau, terutama dengan menghemat penggunaan air dan menjaga lingkungan agar terhindar dari risiko kebakaran.

Ia menambahkan, penanganan kemarau perlu dibarengi langkah jangka panjang seperti pembangunan embung, perbaikan saluran irigasi, dan penghijauan kawasan resapan air.

“Penguatan lingkungan harus menjadi bagian penting dalam upaya menghadapi kekeringan di masa mendatang,” ujarnya.

Saleh berharap pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama menghadapi musim kemarau sehingga dampak yang ditimbulkan bisa ditekan semaksimal mungkin. (ADV)

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor     :  Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN