SEMARANG, Jatengnews.id  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah menyoroti sebanyak 597 calon siswa yang tidak lolos seleksi di sekolah mitra atau SMA/SMK swasta pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Tengah 2026.
DPRD meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Tengah segera melakukan pendampingan agar para siswa tetap memperoleh akses pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.
Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah, Zainuddin, mengatakan pendampingan perlu dilakukan secara aktif kepada calon siswa yang belum tertampung di sekolah mitra. Menurutnya, langkah tersebut penting agar tidak ada peserta didik yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan informasi maupun kendala ekonomi.
“Supaya anak tersebut tidak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan informasi, apalagi kendala ekonomi,” ujar Zainuddin kepada awak media.
Ia menjelaskan, tidak diterimanya 597 calon siswa tersebut bukan disebabkan minimnya daya tampung sekolah mitra. Persoalan utama justru terletak pada distribusi pilihan sekolah yang belum merata.
Menurut Zainuddin, secara administrasi para siswa telah memenuhi seluruh persyaratan. Namun, mereka tidak diterima karena kuota di sekolah mitra yang dipilih telah terpenuhi, sementara masih tersedia banyak kursi kosong di sekolah mitra lainnya.
Berdasarkan data Disdik Jawa Tengah, kuota sekolah mitra pada SPMB 2026 mencapai 5.004 kursi. Hingga proses seleksi selesai, sebanyak 3.662 siswa dinyatakan lolos atau sekitar 73,18 persen dari total kuota yang tersedia. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 1.342 kursi yang belum terisi.
Zainuddin menilai kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan persepsi masyarakat terhadap sekolah mitra.
“Hal ini menunjukkan masih adanya ketimpangan persepsi dan kualitas antar sekolah mitra. Di sisi lain, masyarakat masih menjadikan sekolah negeri sebagai pilihan utama, sedangkan sekolah mitra dianggap pilihan kedua meskipun kualitasnya tidak selalu berbeda jauh,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPRD Jawa Tengah mendorong Disdik melakukan pemetaan dan klasterisasi sekolah mitra berdasarkan kualitas layanan, fasilitas, prestasi, serta tingkat keterisian siswa.
Selain itu, sekolah mitra yang masih sepi peminat dinilai perlu mendapatkan dukungan peningkatan sarana dan prasarana, seperti laboratorium, perpustakaan, serta peningkatan mutu pembelajaran.
Berdasarkan hasil pengawasan DPRD, masih terdapat sejumlah daerah di Jawa Tengah yang lokasi sekolah mitranya belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat. Akibatnya, banyak kursi yang tidak terisi, sementara di sisi lain masih terdapat calon siswa yang belum memperoleh sekolah.
Zainuddin juga mendorong agar sekolah mitra dengan jumlah peminat rendah mendapatkan pendampingan mutu dan pembinaan secara khusus. Menurutnya, publikasi mengenai keunggulan sekolah mitra juga perlu diperkuat agar masyarakat memiliki informasi yang lebih objektif sebelum menentukan pilihan sekolah.
“Termasuk memperkuat publikasi dan diseminasi informasi mengenai keunggulan masing-masing sekolah mitra, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang lebih objektif,” pungkasnya.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N


